Breaking News, Edisi WNI Kamboja Negara dipertanyakan Kehadirannya DiKamboja, TPPO serta TPPU - Warta Global Indonesia

Mobile Menu

Top Ads

Dirgahayu RI
šŸŽ‰Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah banjir dan longsor di Sumatra. Semoga keluarga korban diberi ketabahan dan kekuatan. šŸŽ‰

More News

logoblog

Breaking News, Edisi WNI Kamboja Negara dipertanyakan Kehadirannya DiKamboja, TPPO serta TPPU

Friday, March 6, 2026


Phnom Penh, Kamboja  6 Maret 2026.  WartaGlobal. Id
Ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah menyelesaikan proses administrasi kepulangan di KBRI Phnom Penh tetap terlantar menunggu deportasi dari otoritas Kamboja, meski dokumen seperti Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) dan keringanan denda overstay sudah di tangan. 

 Hingga awal Maret 2026, KBRI mencatat 5.264 WNI melapor sejak Januari, dengan 1.252 difasilitasi pulang, tapi 1.178 lainnya masih di penampungan sementara karena proses deportasi mandiri terhambat. 
Kasus Spek Up: Janji Palsu, Realita TerjebakBanyak WNI yang tergiur tawaran "spek up" (spekulasi cepat kaya) di pusat penipuan daring Kamboja kini menyesal, terperangkap antara sindikat China dan birokrasi lambat.  

Meski KBRI telah menerbitkan ribuan SPLP dan berkoordinasi untuk keringanan denda bagi 2.884 WNI, puluhan korban mengeluh menunggu berminggu-minggu tanpa kejelasan jadwal penerbangan atau deportasi resmi. 

 Seorang WNI yang minta anonim mengaku, "Administrasi di KBRI Gelap, tapi imigrasi Kamboja bilang 'tunggu giliran' – sudah sebulan lebih, uang habis, negara mana yang hadir?" KBRI: Proses Lancar, Tapi Ketergantungan Otoritas LokalKBRI Phnom Penh klaim terus percepat verifikasi dan asesmen, dengan prioritas bagi yang biayai tiket sendiri, tapi mengakui 1.200 WNI masih bergantung deportasi bertahap dari pemerintah Kamboja yang razia scam menjelang Tahun Baru Khmer April 2026. 

 Data Kemlu tunjukkan gelombang pulang terbaru capai 590 orang seminggu hingga 1 Maret, tapi laporan baru melonjak tanpa update kasus mandek. 

 Kritik muncul: minim transparansi jadwal deportasi membuat korban hopeless, kontras janji Duta Besar Santo Darmosumarto soal pulang "secepat mungkin". 

Negara Absen: tuntutan Respons CepatPemerintah RI didesak tekan Kamboja untuk deportasi massal bagi WNI berspekulasi up yang administrasinya sudah clear, termasuk bantuan tiket bagi rentan. 

Dengan 3.446 pelapor hingga Februari dan angka terus naik, Kemenlu wajib hadir lebih kuat – bukan hanya SPLP, tapi evakuasi darurat agar tak ada lagi WNI meringkuk di penampungan Phnom Penh. 

 WartaGlobal perjuangkan kejelasan: berapa WNI spesifik spek up yang masih tertahan, dan kapan deportasi final? Negara harus jawab!