Gelombang Demonstrasi Mahasiswa Meluas, Trisakti dan Esa Unggul Siap Turun ke Jalan, Pemerintah Belum Tanggapi - Warta Global Indonesia

Mobile Menu

Top Ads

Dirgahayu RI
Memuat berita...

More News

logoblog

Gelombang Demonstrasi Mahasiswa Meluas, Trisakti dan Esa Unggul Siap Turun ke Jalan, Pemerintah Belum Tanggapi

Friday, June 19, 2026

 

Jakarta, Warta Global.id

9 Juni 2026 – Gelombang demonstrasi mahasiswa yang telah bergulir di sejumlah kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Solo, hingga Makassar sepanjang Juni 2026 dipastikan belum mereda. Justru, gerakan ini kian meluas dengan masuknya kampus-kampus baru yang bersiap menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintah pada hari ini, Jumat (19/6/2026).
 
Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah rencana aksi dari mahasiswa Universitas Trisakti. Kampus yang memiliki sejarah kelam sekaligus istimewa dalam perjalanan Reformasi 1998 ini kembali mengambil posisi terdepan dalam menyuarakan aspirasi kritis. Bergabungnya Universitas Trisakti dalam rangkaian aksi terbaru ini langsung menyita perhatian publik, mengingat peran besar kampus tersebut dalam sejarah perjuangan demokrasi Indonesia.
 
Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Trisakti (BEM FH Usakti) mengusung tema besar aksi: “Indonesia Gawat Darurat, Rakyat Bersatu Menggugat”. Berdasarkan informasi yang dihimpun, massa aksi dijadwalkan berkumpul di Tugu Luar 12 Mei Universitas Trisakti—sebuah monumen peringatan sejarah yang menjadi saksi peristiwa 1998—sebelum kemudian bergerak menuju Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).
 
Dalam pernyataan sikapnya, para mahasiswa menegaskan bahwa demokrasi tidak hanya dijaga pada hari pemilihan umum, melainkan juga dipertahankan lewat keberanian menyampaikan aspirasi dan kritik di tengah jalan. Mereka membawa sejumlah tuntutan mendasar yang menyentuh berbagai aspek kehidupan bernegara.
 
Berikut adalah poin-poin utama tuntutan mahasiswa:
1. Pemulihan Ekonomi dan Politik Nasional: Meminta pemerintah segera menstabilkan kondisi ekonomi dan memperbaiki tata kelola politik yang dinilai memburuk.
2. Pemberantasan Pejabat Tidak Kompeten: Menuntut evaluasi dan pembersihan pejabat negara yang dianggap tidak memiliki kapasitas, integritas, atau hanya mengutamakan kepentingan kelompok.
3. Pengembalian Supremasi Sipil: Menegaskan kembali bahwa kekuasaan dan kebijakan negara harus berada di bawah kendali sipil dan hukum, bukan kepentingan kekuasaan lain.
4. Pengendalian Harga dan Distribusi: Sorotan tajam ditujukan pada kenaikan harga kebutuhan pokok yang melonjak serta masalah distribusi dan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang dirasakan masyarakat luas.
5. Efisiensi Anggaran: Menolak pemborosan uang negara dan meminta transparansi penuh dalam penggunaan APBN/APBD.
6. Evaluasi Program Strategis: Secara khusus mahasiswa mendesak evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga dampak nyatanya bagi masyarakat.
 
Selain Universitas Trisakti, mahasiswa dari Universitas Esa Unggul juga dikonfirmasi akan turut bergabung dalam aksi unjuk rasa hari ini, menambah panjang daftar kampus yang berpartisipasi dalam gelombang protes terbesar di tahun 2026 ini.
 
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi maupun pernyataan sikap dari pihak pemerintah maupun kepolisian terkait rencana aksi besar ini. Situasi di sejumlah titik berkumpul dipantau mulai ramai, sementara keamanan diperketat di sekitar gedung-gedung negara dan jalur yang menjadi rencana pergerakan massa.
 
Berbagai pihak meminta agar aksi demonstrasi berjalan damai, tertib, dan tetap menjaga kondusivitas, sekaligus mengingatkan pemerintah untuk mendengar dan merespons aspirasi yang disampaikan oleh generasi muda ini.Sumber ormawa kampus.(Tomo)