Ngurah Rai Tegas: WNA Arab Saudi Overstay + Bikin Rusuh Langsung Dideportasi, Alasan “Nggak Tahu” Nggak Berlaku - Warta Global Indonesia

Mobile Menu

Top Ads

Dirgahayu RI
Memuat berita...

More News

logoblog

Ngurah Rai Tegas: WNA Arab Saudi Overstay + Bikin Rusuh Langsung Dideportasi, Alasan “Nggak Tahu” Nggak Berlaku

Thursday, June 11, 2026


BADUNG, http://WARTAGLOBAL.ID
Bandara bukan tempat bikin gaduh. Imigrasi Ngurah Rai buktikan: WNA yang overstay + langgar ketertiban umum langsung dicoret dari Indonesia. Rabu 10/6/2026 malam, seorang WN Arab Saudi inisial ASAM, 33 tahun, dipulangkan paksa ke Riyadh.

Bali punya aturan. Nggak ngerti aturan = tanggung risiko sendiri.

Kronologi: Dari Bikin Rusuh 08.30 WITA ke Deportasi 21.55 WITA
1. Rabu pagi, 10 Juni 2026, 08.30 WITA: Petugas keamanan Bandara Ngurah Rai lapor ada WNA bikin kegaduhan di area bandara. Ganggu kenyamanan + ketertiban umum.

2. Diamankan + Koordinasi: Satpam bandara amankan ASAM, terus Satpol PP Pariwisata Badung masuk. Satpol PP lanjutkan ke Imigrasi Ngurah Rai + bawa surat rekomendasi deportasi. Dasarnya: Perda Badung No.7/2016 tentang Ketertiban Umum.

3. Dicek Data: ASAM masuk Indonesia 7 April 2026 lewat Soekarno-Hatta pakai Visa on Arrival. Izin tinggal habis 6 Mei 2026. Artinya overstay 1 bulan lebih.

4. Alasan Ditolak: ASAM ngaku nggak tahu batas izin tinggal. Baru sadar pas gagal berangkat 3 Juni 2026. Nggak bisa bayar denda overstay karena Bank Visa Card hilang. 

5. Keputusan: Koordinasi dengan konsuler Arab Saudi selesai. 10 Juni 2026, 21.55 WITA, ASAM dideportasi naik Saudi Arabian Airlines tujuan Riyadh.

Pernyataan Tegas Kakanim Ngurah Rai Bugie Kurniawan:
“Ketidaktahuan mengenai batas waktu tinggal tidak dapat dijadikan alasan pembenar atas pelanggaran keimigrasian. Pelanggaran terhadap ketentuan izin tinggal dapat dikenakan sanksi administratif maupun tindakan keimigrasian sesuai peraturan yang berlaku.”

“Jajaran imigrasi Bali berkomitmen penuh dalam menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan di Bali, khususnya di fasilitas publik seperti bandara. Kasus ini menjadi pengingat bagi seluruh WNA agar selalu memahami dan mematuhi ketentuan izin tinggal yang berlaku.”

Bugie juga apresiasi sinergi cepat: Keamanan Bandara + Satpol PP Badung + Imigrasi Ngurah Rai.

3 Tamparan untuk WNA Nakal di Bali:
1. “Nggak Tahu” = Nggak Absolut: VoA 30 hari + bisa extend 30 hari. Tanggal expired jelas di stempel paspor. Ngaku nggak paham tetap kena sanksi.
2. Bandara Zona Merah: Bikin rusuh di bandara = urusannya dobel. Nggak cuma overstay, tapi kena Perda Ketertiban Umum Badung juga. Satpol PP bisa langsung rekomendasi deportasi.
3. Overstay + Nggak Ada Duit = Deportasi: Nggak bisa bayar denda Rp1 juta/hari karena kartu hilang? Imigrasi nggak bisa nego. Prosedur tetap jalan: cegah, tahan, deportasi.

Garis Bawah Imigrasi:
Ngurah Rai , pintu depan negara. Nggak ada ruang buat yang ngacak-ngacak ketertiban lalu ngumpet di balik alasan “saya lupa”. 

Bali welcome turis, tapi Bali juga tegas sama pelanggar.

Imbauan Kakanim: Cek paspor, cek tanggal izin tinggal, extend kalau perlu. Kalau bingung, tanya langsung ke Imigrasi. Jangan tunggu diamankan Satpol PP baru panik.