
Proyek yang berdasarkan papan informasi dikerjakan oleh P3A Rengas Kompak, bersumber dari APBN, dengan nilai kegiatan mencapai Rp195.000.000 dan masa pelaksanaan selama 90 hari kalender, menjadi perhatian setelah awak media melakukan pemantauan langsung di lokasi pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Sorotan bukan sekadar soal proyek tersebut sedang dikerjakan atau telah menunjukkan bentuk fisiknya. Persoalan yang lebih penting adalah apakah pekerjaan tersebut benar-benar dibangun sesuai RAB, gambar kerja dan spesifikasi teknis yang telah ditentukan.
Sebab, dari hasil pemantauan lapangan, terdapat sejumlah bagian pekerjaan yang secara kasat mata menimbulkan pertanyaan, terutama berkaitan dengan konstruksi, penggunaan besi, hasil pengecoran, dimensi pekerjaan dan tingkat kerapian pengerjaan.
Temuan tersebut tentunya membutuhkan verifikasi teknis. Namun, kondisi itu cukup menjadi alasan untuk mempertanyakan sejauh mana pengawasan terhadap pekerjaan yang menggunakan anggaran negara tersebut dilakukan.
Rp195 Juta: Jangan Hanya Terlihat Besar di Papan Proyek
Nilai Rp195 juta bukanlah angka kecil.
Dengan anggaran sebesar itu, masyarakat tentu memiliki hak untuk mengetahui apakah setiap material yang digunakan, setiap volume yang dikerjakan dan setiap bagian konstruksi yang dibangun benar-benar sesuai dengan perencanaan.
Jangan sampai masyarakat hanya disuguhi papan informasi yang mencantumkan angka ratusan juta rupiah, sementara kualitas fisik di lapangan justru menimbulkan tanda tanya.
Pertanyaannya sederhana: apakah nilai pekerjaan Rp195 juta tersebut benar-benar tercermin dalam kualitas konstruksinya?
Jika memang sesuai, maka seharusnya dapat dibuktikan melalui pemeriksaan teknis.
Jika terdapat kekurangan, maka harus ada penjelasan dan perbaikan.
Besi dan Beton Perlu Dibuktikan, Bukan Sekadar Dijelaskan
Dalam pekerjaan konstruksi, kualitas tidak seharusnya hanya dijelaskan melalui laporan administrasi.
Ukuran besi bisa diperiksa.
Jumlah besi bisa dihitung.
Dimensi konstruksi bisa diukur.
Volume pekerjaan bisa diverifikasi.
Mutu beton juga dapat diuji.
Artinya, dugaan maupun pertanyaan yang muncul di lapangan sebenarnya dapat dijawab melalui pemeriksaan teknis yang objektif.
Karena itu, pihak pengawas maupun instansi berwenang patut melakukan pengecekan menyeluruh terhadap pekerjaan tersebut.
Pemeriksaan idealnya tidak hanya dilakukan dengan melihat pekerjaan dari kejauhan, tetapi juga memastikan kesesuaian antara kondisi fisik dengan RAB, gambar kerja dan spesifikasi teknis.
Pengawasan Dipertanyakan: Aktif di Lapangan atau Hanya di Atas Kertas?
Di sinilah persoalan pengawasan menjadi penting.
Sebuah pekerjaan dapat memiliki dokumen administrasi yang lengkap. Foto kegiatan dapat tersedia. Laporan progres dapat dibuat.
Tetapi semua itu belum otomatis membuktikan bahwa kualitas konstruksi telah sesuai standar.
Pengawasan yang sesungguhnya harus mampu menjawab apa yang terjadi di lapangan.
Apakah besi yang digunakan sesuai ukuran?
Apakah volume beton sesuai?
Apakah dimensi bangunan sesuai gambar?
Apakah material memenuhi standar?
Apakah volume pekerjaan sesuai pembayaran?
Dan yang paling penting, apakah hasil akhir pekerjaan benar-benar sebanding dengan anggaran yang digunakan?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut bukan bentuk tuduhan, melainkan bagian dari kontrol publik terhadap penggunaan uang negara.
Jangan Sampai Proyek Bagus di Laporan, Bermasalah di Lapangan
Publik tentu tidak ingin proyek pemerintah hanya bagus dalam dokumentasi.
Sebab, proyek yang menggunakan uang negara harus dapat dipertanggungjawabkan secara administratif sekaligus fisik.
Laporan boleh rapi.
Dokumen boleh lengkap.
Foto progres boleh tersusun.
Tetapi ketika konstruksi diperiksa, seluruh spesifikasinya juga harus terbukti terpenuhi.
Jika tidak, maka persoalannya bukan lagi sekadar tampilan proyek, melainkan menyangkut kualitas penggunaan anggaran publik.
P3-TGAI Harus Memberikan Manfaat, Bukan Sekadar Menghabiskan Anggaran
Program P3-TGAI pada dasarnya diarahkan untuk mendukung peningkatan tata guna air dan jaringan irigasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, hasil pekerjaan harus mampu berfungsi sebagaimana tujuan program.
Masyarakat, khususnya yang membutuhkan jaringan irigasi, tidak membutuhkan bangunan yang sekadar selesai secara administratif.
Mereka membutuhkan infrastruktur yang kuat, berfungsi, sesuai spesifikasi dan mampu bertahan dalam jangka panjang.
Jika konstruksi dikerjakan tidak maksimal, maka masyarakat pula yang berpotensi menerima dampaknya.
Pihak Terkait Diminta Terbuka
Atas sorotan tersebut, awak media mendorong pihak-pihak terkait untuk memberikan penjelasan secara terbuka.
P3A Rengas Kompak memiliki hak untuk menjelaskan bagaimana pekerjaan dilaksanakan, material apa yang digunakan, bagaimana pengawasan dilakukan dan apakah seluruh pekerjaan telah sesuai perencanaan.
Begitu pula pihak pengawas dan instansi terkait diharapkan dapat menjelaskan mekanisme pengawasan terhadap kegiatan tersebut.
Jika hasil pemeriksaan menyatakan pekerjaan telah sesuai spesifikasi, maka hal tersebut tentu menjadi klarifikasi penting bagi publik.
Namun apabila ditemukan ketidaksesuaian, masyarakat tentu berharap ada tindakan korektif sesuai aturan yang berlaku.
Publik Menunggu Jawaban
Pada akhirnya, persoalan ini tidak seharusnya berhenti pada sorotan media.
Rp195 juta adalah uang negara.
Maka pertanggungjawabannya juga harus nyata.
Bukan hanya melalui laporan.
Bukan hanya melalui dokumentasi.
Bukan pula sekadar melalui tanda tangan administrasi.
Tetapi melalui kualitas fisik pekerjaan yang benar-benar dapat diperiksa dan dibuktikan.
Awak media membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada P3A Rengas Kompak, pelaksana, pengawas maupun instansi terkait.
Sebab dalam pemberitaan yang berimbang, setiap pihak yang disebut atau berkaitan dengan persoalan ini berhak memberikan penjelasan.
Jika pekerjaan memang sesuai aturan, tunjukkan buktinya. Jika ada kekurangan, perbaiki. Jika pengawasan telah berjalan, buktikan bahwa pengawasan tersebut benar-benar bekerja.
Karena pada akhirnya, uang negara bukan uang tanpa nama, dan pengawasan bukan sekadar formalitas.
Sumber: Investigasi Awak Media
Editor:[AZ]

.jpg)