
LANGKAT, WartaGlobal.id - Pemerintah Desa Bukit Mas bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Tahun 2026 untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2027, pada 31 Juli 2026.
Meski peserta menyadari bahwa kondisi keuangan desa saat ini tidak lagi selonggar tahun-tahun sebelumnya, semangat masyarakat untuk menyampaikan berbagai usulan pembangunan tetap terlihat tinggi. Berbagai elemen masyarakat, mulai dari perangkat desa, tokoh masyarakat, kelompok tani, dunia pendidikan hingga unsur pemuda hadir memberikan masukan demi kemajuan Desa Bukit Mas.
Dalam pembahasan terungkap bahwa sebagian besar alokasi Dana Desa kini telah diarahkan untuk mendukung sejumlah program prioritas pemerintah pusat, seperti pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes), program ketahanan pangan, percepatan penanganan stunting, serta Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD). Kondisi tersebut membuat ruang anggaran untuk pembangunan infrastruktur, sarana, dan prasarana desa menjadi semakin terbatas.
Pendamping Desa yang hadir dalam musyawarah menyampaikan bahwa masyarakat desa kini harus semakin cermat mencari peluang pendanaan di luar Dana Desa. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah membangun komunikasi dan menyampaikan aspirasi kepada anggota DPRD melalui program Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) yang dihimpun saat masa reses.
Sementara itu, dari sektor pendidikan, perwakilan guru menyampaikan harapan agar sekolah-sekolah di Desa Bukit Mas memperoleh bantuan pembangunan sumur bor. Ketersediaan air bersih dinilai menjadi kebutuhan yang sangat mendesak untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Harapan serupa juga disampaikan kelompok tani. Mereka mengusulkan bantuan sumur bor pertanian guna mengantisipasi kekurangan air saat musim kemarau atau ketika curah hujan rendah, sehingga produktivitas pertanian tetap dapat dipertahankan.
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Nursal, juga kembali mengusulkan bantuan bibit padi dan jagung. Menurutnya, usulan tersebut sebenarnya telah diajukan sejak tahun lalu, namun hingga kini belum juga terealisasi.
Selain itu, Kelompok Tani Alur Meranti mengusulkan bantuan bibit tanaman unggul seperti durian, mangga, manggis, dan berbagai tanaman produktif lainnya. Usulan tersebut dinilai sejalan dengan program ketahanan pangan sekaligus dapat meningkatkan pendapatan masyarakat di masa mendatang.
Sekretaris Gapoktan, Syafruddin, menyatakan dukungannya terhadap usulan tersebut.
Menurutnya, bantuan bibit tanaman buah merupakan investasi jangka panjang yang tidak hanya memperkuat ketahanan pangan desa, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani apabila dikelola secara berkelanjutan.
Musrenbangdes pun ditutup dengan harapan agar seluruh usulan yang menjadi prioritas masyarakat dapat diperjuangkan melalui berbagai sumber pembiayaan, baik dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, maupun melalui aspirasi anggota legislatif.
(Dinjo)

.jpg)