Angkor Equinox 2026: Saat Matahari “Menyentuh” Puncak Angkor Wat, 10 Ribu Wisatawan Diprediksi Membanjiri Siem Reap - Warta Global Indonesia

Mobile Menu

IKLAN GAMBAR

Dirgahayu RI

ADS

Memuat berita...

More News

logoblog

Angkor Equinox 2026: Saat Matahari “Menyentuh” Puncak Angkor Wat, 10 Ribu Wisatawan Diprediksi Membanjiri Siem Reap

Wednesday, September 2, 2026

Poto Istimewa 

SIEM REAP, KAMBOJA —WartaGlobal.Id

Siem Reap kembali bersiap menyambut salah satu fenomena wisata paling ikonik di Kamboja. Pada 21–23 September 2026, kawasan Angkor Wat akan menjadi panggung alam ketika matahari terbit berada pada posisi yang tampak sejajar dengan menara utama candi monumental tersebut.

Fenomena yang dikenal sebagai Angkor Equinox itu diperkirakan kembali menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara. Pemerintah Provinsi Siem Reap memperkirakan sekitar 5.000 hingga 10.000 wisatawan akan datang untuk menyaksikan momen tersebut.

Informasi tersebut dilaporkan Khmer Times pada 1 September 2026. Salah satu agenda baru yang menjadi daya tarik tahun ini adalah Angkor Equinox Run, yang digelar pada dini hari 21 September, bertepatan dengan hari pertama rangkaian equinox.

Lari Menembus Fajar, Finish di Depan Angkor Wat

Berbeda dari kunjungan wisata biasa, peserta Angkor Equinox Run akan memulai perjalanan dari Royal Palace Stone Bridge menuju kawasan Angkor.

Konsepnya dibuat unik: peserta diharapkan mencapai garis akhir ketika matahari mulai muncul di balik lanskap Angkor dan terlihat sejajar dengan menara utama Angkor Wat.

Pendaftaran dilakukan secara daring. Peserta juga memperoleh perlengkapan berupa kaus, topi, dan nomor lomba.

Konsep tersebut menjadikan fenomena astronomi bukan sekadar tontonan, tetapi dikemas menjadi pengalaman wisata aktif yang menggabungkan olahraga, sejarah, arsitektur, budaya, dan astronomi.

Bukan Sekadar “Matahari Terbit”

Secara astronomis, equinox September 2026 terjadi pada 23 September pukul 07.05 waktu lokal Siem Reap. Data astronomi menunjukkan matahari terbit di Siem Reap sekitar 05.53 pada 21–23 September.

Karena itu, istilah Angkor Equinox dalam konteks pariwisata merujuk pada fenomena visual ketika matahari terbit tampak berada tepat di belakang atau sejajar dengan menara utama Angkor Wat—sebuah pemandangan yang telah menjadi magnet fotografi dunia.

Otoritas Nasional APSARA sebelumnya menjelaskan bahwa fenomena tersebut muncul dua kali setiap tahun, yakni sekitar Maret dan September.

Yang menarik, fenomena ini bukan sekadar atraksi modern. Ia sekaligus menjadi pengingat terhadap kemampuan peradaban Khmer dalam menggabungkan arsitektur monumental dan pengamatan astronomi.

Angkor Pernah Diserbu Puluhan Ribu Wisatawan

Besarnya potensi keramaian September bukan tanpa alasan.

Pada Angkor Equinox Maret 2026, APSARA National Authority mencatat lebih dari 30.000 wisatawan datang untuk menyaksikan matahari terbit di atas menara utama Angkor Wat.

Bahkan, APSARA menyebut bahwa pada 2025 rangkaian fenomena equinox di kawasan Angkor menarik sekitar 80.000 wisatawan domestik dan internasional.

Angka tersebut menunjukkan bahwa equinox telah berkembang dari sekadar fenomena astronomi menjadi produk wisata berskala besar.

Tantangan: Ketika Ribuan Kamera Bertemu Warisan Dunia

Namun, popularitas juga membawa tantangan.

Semakin banyak wisatawan berarti semakin besar tekanan terhadap lalu lintas, kebersihan, keamanan, serta konservasi kawasan warisan budaya.

APSARA National Authority sebelumnya telah menyiapkan petugas ketertiban dan pariwisata untuk mengatur arus pengunjung, menjaga kebersihan lingkungan, serta memastikan keselamatan selama periode equinox.

Ini menjadi penting karena Angkor bukan sekadar destinasi wisata. APSARA memiliki mandat untuk melindungi, melestarikan, mengelola, dan meningkatkan nilai arkeologis, budaya, lingkungan, serta sejarah kawasan Angkor.

Dengan kata lain, keberhasilan Angkor Equinox tidak cukup diukur dari berapa banyak wisatawan yang datang.

Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah: berapa banyak wisatawan dapat menikmati fenomena tersebut tanpa mengorbankan kelestarian warisan budaya yang mereka datangi?

Dari Fenomena Langit Menjadi Mesin Pariwisata

Angkor Equinox 2026 memperlihatkan bagaimana sebuah fenomena alam dapat dikembangkan menjadi strategi pariwisata yang memiliki nilai ekonomi sekaligus edukasi.

Kehadiran Angkor Equinox Run menjadi inovasi menarik. Wisatawan tidak hanya datang, mengambil foto, lalu pulang. Mereka diajak mengalami perjalanan menuju situs bersejarah melalui aktivitas fisik sebelum menyaksikan matahari terbit.

Bagi Siem Reap, momentum tersebut juga menjadi peluang untuk memperpanjang aktivitas wisata di luar pola kunjungan konvensional.

Namun, publikasi angka proyeksi 5.000–10.000 wisatawan untuk September perlu dibaca sebagai estimasi, bukan angka kunjungan aktual. Sebab pengalaman Maret 2026 menunjukkan bahwa daya tarik equinox dapat menghasilkan jumlah pengunjung jauh lebih besar.

Angkor Equinox akhirnya bukan hanya cerita tentang matahari. Ia adalah cerita tentang bagaimana sebuah peradaban masa lalu, fenomena astronomi, teknologi fotografi, olahraga, dan industri pariwisata modern bertemu dalam satu titik—di depan menara Angkor Wat.

Dan pada 21 September nanti, ribuan mata akan kembali menunggu satu momen yang sama:

ketika matahari terbit, dan sejarah seolah kembali berbicara melalui bayangan menara Angkor Wat.

Memuat konten...