
Pergerakan Satgas Karhutla Kodim 1207/Pontianak Sektor Kecamatan Sungai Raya dilakukan berdasarkan perintah Dansatgas Karhutla Kodim 1207/Pontianak, Dandim 1207/Pontianak Kolonel Inf. Robbi Firdaus, S.E., M.Si., kepada Dansubsatgas Kecamatan Sungai Raya Kapten Inf. Fahmi, yang juga menjabat sebagai Danramil 1207-05/Sungai Raya. Instruksi tersebut menekankan pentingnya respons cepat agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
Sejumlah wilayah menjadi sasaran penanganan personel, di antaranya Desa Limbung, Arang Limbung, Kuala Dua, Serdam, Mekar Sari, Sungai Asam, Kalibandung, Sungai Bulan, Tebang Kacang hingga Permata Jaya. Salah satu lokasi yang mendapat penanganan langsung berada di Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya. Personel berjibaku memadamkan api sekaligus melakukan pendinginan terhadap lahan yang telah terbakar.
Kondisi lahan yang kering menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Api yang tidak segera dikendalikan berpotensi menjalar ke kawasan lain, sementara asap yang ditimbulkan dapat memperburuk kualitas udara dan mengganggu aktivitas masyarakat. Karena itu, setiap laporan mengenai kemunculan titik api langsung menjadi perhatian Satgas untuk ditindaklanjuti di lapangan.
Danramil 1207-05/Sungai Raya, Kapten Inf. Fahmi, membenarkan kegiatan pemadaman tersebut. Ia mengatakan penanganan karhutla telah menjadi bagian dari rutinitas personel di wilayah teritorialnya.
“Kegiatan ini sudah menjadi rutinitas kita. Mengingat banyaknya titik api di kawasan Kabupaten Kubu Raya, kami terus fokus dan membagi tim untuk berjaga di lapangan,” ujar Fahmi.

Menurut Fahmi, personel tidak hanya melakukan pemadaman ketika api sudah terlihat besar, tetapi juga terus melakukan pemantauan terhadap kawasan rawan. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada bara yang masih tersisa di dalam lahan yang dapat kembali memicu kebakaran.
Selain berjibaku memadamkan karhutla, Satgas Karhutla Kodim 1207/Pontianak juga turut menunjukkan kepedulian terhadap kondisi masyarakat yang menghadapi dampak musim kering. Personel Satgas ikut membantu membagikan dan mendistribusikan air bersih kepada masyarakat di Kabupaten Kubu Raya yang membutuhkan.
Bantuan air bersih tersebut menjadi langkah kemanusiaan di tengah kondisi cuaca panas dan kering yang tidak hanya meningkatkan risiko karhutla, tetapi juga dapat menyebabkan keterbatasan air bagi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat membantu meringankan beban warga sekaligus memperkuat hubungan antara aparat dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat akibat kondisi lingkungan.
Persoalan karhutla di Kalimantan Barat membutuhkan penanganan bersama dan tidak dapat hanya mengandalkan petugas pemadam. Pemerintah, TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, pemerintah desa dan masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah kebakaran sejak dini. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.
Satgas Karhutla Kodim 1207/Pontianak memastikan pemantauan di wilayah rawan Kabupaten Kubu Raya akan terus dilakukan. Penanganan karhutla tidak hanya berorientasi pada memadamkan api, tetapi juga mencegah kebakaran meluas, mengurangi dampak asap dan membantu masyarakat yang terdampak kekeringan. Dengan respons cepat serta keterlibatan seluruh pihak, diharapkan kebakaran hutan dan lahan dapat dikendalikan sehingga tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar bagi masyarakat Kalimantan Barat.[AZ]

.jpg)