Tokoh Pemuda Adat Tabi Desak Keadilan bagi Korban Pembunuhan Yahukimo: Apresiasi Damai Cartenz, Hukum Harus Tuntas - Warta Global Indonesia

Mobile Menu

IKLAN GAMBAR

ADS

Memuat berita...

More News

logoblog

Tokoh Pemuda Adat Tabi Desak Keadilan bagi Korban Pembunuhan Yahukimo: Apresiasi Damai Cartenz, Hukum Harus Tuntas

Wednesday, October 21, 2026


Poto Istimewa 

JAYAPURA, WartaGlobal.ID — Pengungkapan kasus pembunuhan di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, mendapat apresiasi dari tokoh pemuda adat Papua asal Tabi, Lenjro Tukayo. Namun, pengungkapan perkara tersebut diharapkan tidak berhenti pada keberhasilan aparat mengungkap kasus, melainkan berlanjut hingga proses hukum yang adil, transparan, dan memberikan kepastian bagi keluarga korban.

Lenjro menyampaikan apresiasi kepada Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 atas upaya pengungkapan kasus tersebut. Menurutnya, langkah aparat menjadi bagian penting dalam menjawab harapan keluarga korban yang menantikan kejelasan hukum atas peristiwa pembunuhan itu.

“Sebagai tokoh pemuda adat Papua asal Tabi, saya menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 atas kerja kerasnya dalam mengungkap kasus pembunuhan di Yahukimo. Kami berharap proses hukum berjalan secara adil dan memberikan kepastian hukum bagi keluarga korban,” ujarnya.

Pengungkapan Bukan Akhir, Kepastian Hukum Harus Dijaga

Bagi keluarga korban, terungkapnya suatu perkara merupakan langkah penting. Namun, keadilan juga menuntut proses hukum yang berjalan sesuai ketentuan, didukung bukti yang sah, serta menjunjung tinggi hak semua pihak.

Karena itu, penanganan kasus pembunuhan di Yahukimo perlu dikawal hingga tahap hukum berikutnya sesuai perkembangan perkara. Penegakan hukum tidak hanya menyangkut pengungkapan pelaku, tetapi juga pertanggungjawaban pidana berdasarkan proses peradilan yang berlaku.

Apresiasi terhadap kinerja aparat, menurut pesan yang disampaikan Lenjro, perlu berjalan beriringan dengan harapan masyarakat agar hukum memberikan kepastian dan rasa keadilan bagi keluarga korban.

Papua Membutuhkan Persatuan, Bukan Provokasi

Di tengah persoalan keamanan, Lenjro juga mengajak masyarakat Papua untuk menjaga persatuan dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

Ia mengingatkan bahwa kabar yang tidak jelas sumber dan kebenarannya berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, memperkeruh situasi, bahkan merusak hubungan sosial di tengah masyarakat.

Tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat dinilai memiliki peran penting dalam menjaga komunikasi, memperkuat persaudaraan, serta mendorong penyelesaian persoalan melalui jalur hukum.

Menurut Lenjro, kedamaian bukan sekadar kondisi tanpa konflik, melainkan juga membutuhkan kepercayaan masyarakat terhadap proses hukum, perlindungan terhadap warga, dan komitmen bersama untuk menjaga kehidupan yang aman.

“Mari kita bersama-sama menjaga keutuhan dan kedamaian di Tanah Papua, hidup rukun, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi demi cita-cita dan masa depan kita bersama,” katanya.

Penegakan Hukum dan Perdamaian Harus Berjalan Bersama

Pengungkapan kasus pembunuhan di Yahukimo menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya penegakan hukum sekaligus menjaga persatuan masyarakat. Apresiasi terhadap aparat tetap perlu disertai pengawasan publik yang konstruktif agar penanganan perkara berjalan sesuai hukum.

Pesan utamanya jelas: keluarga korban membutuhkan kepastian hukum, masyarakat membutuhkan rasa aman, dan Papua membutuhkan perdamaian yang dibangun melalui keadilan.

Keberhasilan penegakan hukum pada akhirnya tidak hanya dinilai dari terungkapnya sebuah perkara, tetapi juga dari proses yang dapat dipertanggungjawabkan serta kepercayaan masyarakat terhadap hukum.

Catatan redaksi: Naskah ini disusun berdasarkan keterangan yang diberikan. Detail kronologi pembunuhan, identitas korban dan tersangka, serta perkembangan proses hukum belum dicantumkan karena belum tersedia dalam bahan pemberitaan.

Memuat konten...