
Lhokseumawe , Aceh 2/11/2025, WartaGlobal. Id
Adhifatra Agussalim, seorang ahli manajemen risiko dan bencana, menekankan pentingnya Dokumen Rencana Aksi Mitigasi (DRAM) bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam mengantisipasi bencana. Dalam artikelnya, Adhifatra Agussalim menjelaskan bahwa DRAM merupakan dokumen strategis yang berisi identifikasi risiko, langkah-langkah mitigasi, rencana kontinjensi, serta mekanisme pemulihan pasca bencana.
Adhifatra Agussalim menjelaskan bahwa BUMD memiliki peran strategis dalam menghadapi tantangan terhadap kerentanan bencana yang dihadapi, seperti mengelola infrastruktur vital bagi masyarakat pelanggan. Tanpa perencanaan mitigasi yang matang, bencana dapat menyebabkan terhentinya pelayanan publik secara tiba-tiba, dampak kerusakan fasilitas dan aset penting, beban biaya pemulihan yang sangat besar, dan turunnya kepercayaan masyarakat dan pemilik modal.
"DRAM bukan hanya sekadar syarat administratif, melainkan alat manajemen untuk mempersiapkan BUMD menghadapi situasi ekstrem dan shock disaster," kata Adhifatra Agussalim.
Adhifatra Agussalim juga menekankan bahwa DRAM dapat membantu BUMD mengidentifikasi risiko secara sistematis, memastikan keberlanjutan pelayanan publik, mengurangi kerugian dan biaya pemulihan, meningkatkan koordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat dan BPBD, serta memperkuat tata kelola dan kepatuhan regulasi.
"DRAM harus menjadi kebutuhan wajib BUMD masa kini dan masa mendatang, di tengah meningkatnya intensitas bencana akibat perubahan iklim," tegas Adhifatra Agussalim.
Adhifatra Agussalim berharap bahwa BUMD dapat segera menyusun dan mengimplementasikan DRAM untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan ketahanan daerah dalam menghadapi bencana.