Menteri Pertanian Lepas Ekspor Produk Unggas Rp18,2 Miliar ke Jepang, Singapura, dan Timor Leste - Warta Global Indonesia

Mobile Menu

Top Ads

Dirgahayu RI
šŸŽ‰Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah banjir dan longsor di Sumatra. Semoga keluarga korban diberi ketabahan dan kekuatan. šŸŽ‰

More News

logoblog

Menteri Pertanian Lepas Ekspor Produk Unggas Rp18,2 Miliar ke Jepang, Singapura, dan Timor Leste

Wednesday, March 4, 2026


Jakarta, 4 Maret 2026 , WartaGlobal. Id
Menteri Pertanian Amran Sulaiman melepas pengiriman ekspor 545 ton produk unggas senilai Rp18,2 miliar ke tiga negara, yaitu Jepang, Singapura, dan Timor Leste. Pengiriman dilakukan secara bertahap mulai Selasa (3/3/2026) hingga 31 Maret 2026.Pada hari pertama, ekspor mencapai Rp3,3 miliar, setara 75 ton atau enam kontainer. Produk yang diekspor meliputi telur konsumsi mentah serta olahan daging ayam siap saji (ready-to-eat) dan siap hidang (ready-to-serve).

"Hari ini kita melepas ekspor produk unggas dan turunannya ke Singapura, Jepang, dan Timor Leste," ujar Amran saat acara Pelepasan Ekspor di lapangan parkir Kementerian Pertanian, Jakarta.Ekspor ini melengkapi perluasan pasar sebelumnya, di mana produk unggas Indonesia kini menembus 10 negara, termasuk Oman, Uni Emirat Arab, Qatar, Papua Nugini, dan Myanmar. Amran menekankan, capaian ini membuktikan Indonesia beralih dari ketergantungan impor menjadi eksportir agresif."Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia, itu mimpi kita," tegasnya. Ia menambahkan, swasembada telur, ayam ras, dan beras telah tercapai, sehingga produksi domestik mencukupi kebutuhan nasional sambil membuka peluang ekspor.

Amran mengapresiasi empat perusahaan pelaku usaha: PT Charoen Pokphand Indonesia, PT Japfa Comfeed Indonesia, PT Taat Indah Bersinar, dan PT Malindo Food Delight. Pemerintah berkomitmen mendukung melalui kemudahan legalitas dan perizinan, guna tingkatkan devisa, lapangan kerja, serta nilai tambah produk.Pelepasan ini menandai optimisme pemerintah terhadap pertumbuhan ekspor unggas, seiring akses pasar baru yang terus terbuka.(Sumber: Pernyataan resmi Kementan dan liputan lapangan CNBC Indonesia)