Jawa Tengah Jadi Motor MBG Nasional! - Warta Global Indonesia

Mobile Menu

Top Ads

Dirgahayu RI
šŸŽ‰Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah banjir dan longsor di Sumatra. Semoga keluarga korban diberi ketabahan dan kekuatan. šŸŽ‰

More News

logoblog

Jawa Tengah Jadi Motor MBG Nasional!

Wednesday, March 4, 2026
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat menghadiri Rapat Koordinasi Penyelenggara Program MBG di Gedung Bhakti Praja Semarang, Selasa (3/3/26).

SEMARANG, WARTAGLOBAL.id --
Provinsi Jawa Tengah dinilai menjadi motor pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara nasional. Hingga 27 Februari 2026, capaian penerima manfaatnya di provinsi ini telah menembus 96,98 persen dari total sasaran.

Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Selasa (3/3/2026).

Rapat itu dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan, dan dihadiri Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, serta para kepala daerah se-Jawa Tengah.

Berdasarkan data mutakhir, potensi penerima sasaran MBG di Jawa Tengah mencapai 9.639.459 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 9.348.898 orang telah menerima manfaat atau setara 96,98 persen.
Jumlah penerima manfaat itu terdiri atas 8.464.875 orang siswa TK hingga SMA, 93.045 orang ibu hamil, 204.305 orang ibu menyusui, serta 549.759 orang balita.

Menko Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, keberhasilan program MBG di Jawa Tengah menjadi indikator penting keberhasilan nasional.

“Rupanya Jawa Tengah ini semua juaranya. Juara MBG, Kopdes, dan juara Swasembada Pangan,” ujarnya.

Menurut Zulhas, sapaannya, MBG bukan hanya program pemenuhan gizi, tetapi strategi besar membangun sumber daya manusia, sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat melalui pelibatan petani, peternak, nelayan, UMKM, hingga koperasi desa.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, MBG merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas SDM, sekaligus penguatan ekonomi daerah.

“Program MBG bukan sekadar pemberian makan bergizi. Ini investasi strategis membangun sumber daya manusia,” kata dia.
Dari sisi infrastruktur, jelas Luthfi, Jawa Tengah memiliki 3.741 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terdiri dari 34 SPPG TNI, 12 SPPG pondok pesantren, 3.628 SPPG mitra, dan 67 SPPG Polri. Seluruh kabupaten/ kota di Jateng juga telah memiliki SK Satgas MBG.

Luthfi menambahkan, sebagai lumbung pangan nasional, Jawa Tengah menargetkan produksi padi 2026 sebesar 10,55 juta ton GKG, atau meningkat 12,22 persen dibanding realisasi 2025.

“Kami siap menopang swasembada pangan nasional, sekaligus memastikan keberlanjutan program MBG di Jawa Tengah,” tegasnya.

Dengan capaian yang mendekati 100 persen dan dukungan infrastruktur yang kuat, Jawa Tengah diharapkan terus menjadi penggerak utama suksesnya MBG di tingkat nasional. (Hans)