SERANG,| WartaGlobal.id - Usai ta'jiah almarkhumah Siti Muijah, Camat Lebak Wangi, Victorinus Eko Cahyo Suprihono, tinjauh lokasi banjir di Kampung Ragas RT/W -05/06 Desa Purwadadi Kecamatan Lebakwangi Kabupaten Serang Provinsi Banten.
Setelah mendapati keluhan warga kampung Ragas (Sanawi) ,yang kini pekarangan rumahnya banjir sudah hampir masuk kerumah. Camat lebakwangi didampingi sekmat,setap kecamatan dan Kaur desa Purwadadi,langsung meninjau ketitik penyebab banjir di RT/w - 05/06.ada saluran pembuangan air hujan,namun posisinya lebih rendah dari permukaan irigasi jadi dikala air irigasi tinggi masuk kepemukiman.
Setelah meninjau titik penyebab banjir , Camat Lebakwangi menyampaikan, banjir yang terjadi di kampung ragas Desa Purwadadi Kecamatan Lebakwangi Kabupaten Serang, akibat luapan air sekunder Purwadadi - Babadan pontang
dan ini kewenangan Balay besar, bukan kewenangan kecamatan, Ucap Eko Cahyo.
Lebih lanjut menurut Eko, sebaiknya pihak Balay melakukan normalisasi pengangkatan sedimen, yang menghambat kelancaran arus air, sehingga terjadinya luapan air sekunder kepemukiman warga kampung ragas, dan ada beberapa titik yang harus di perhatikan , tidak adanya pintu air di titik titik pembuangan air hujan, sehingga dikala air sekunder dengan volume tinggi air meluat kepemukiman,
ada titik pembuangan yang dibangun desa Purwadadi , namun tidak maksimal kerna lemahnya pemeliharaan dan perhatian dari pihak terkait.Ungkapnya.
Masih kata Camat Lebakwangi, kami mengucapkan terimakasih kepada warga yang sudah memberikan imformasi hal ini, dan kami dari pihak kecamatan akan melakukan kirim surat kepihak Balay dan bila tidak direspon kami akan lanjut sampaikan kebupati Serang agar segera di tanggapi serta di realisasikan, tegasnya.
Sanawi mengucapkan terimakasih kepada pihak kecamatan (bpk Camat) yang cepat respon terhadap aduan kami warga kampung ragas,yang setiap air sekunder meluap ,pekarangan rumah bahkan masuk kerumah,yang kami rasakan setiap lupa air sekunder tinggi,semoga langkah -langkah Camat Lebakwangi dalam menanggulangi masah yang terjadi dilingkungan kami lebih baik lagi ,Harapnya.
Sambung sayuni ,warga kampung ragas,yang sering melakukan buka tutup pintu pembuangan ,dengan keinginan sendiri tanpa perintah dari pihak manapun,sayuni mengeluhkan kepada pihak pemerintah Desa Purwadadi yang kurang respont terhadap kejadian lingkungan,padahal di kampung ragas ini ada aparat desa baik RT maupun RW,namun giatnya disaat BLT ,PKH dan sejenisnya baru garcep dan responsif,namun di saat
lingkunganya banjir tidak ada upaya mencari tahu penyebabnya,apa ia tahu kalo pintu itu tertutup maksimal apa tidak,tersumbat apa tidak,ini yang sering terjadi kurangnya peduli dan prihatin,keluhnya.
disela kehadiran Camat Lebakwangi meninjau pembuangan air hujan,yang di Bagun Desa Purwadadi,salah satu warga kampung ragas,sebut saja (prenky) mengaku sering kordinasi dengan pihak Balay (Doni) selaku pengawas saluran induk Utara pintu 8
(Purwadadi - Babadan) dikala debith air sekunder tinggi dan meluap kepemukiman warga kampung ragas, prenky selalu kordinasi agar debith air di kurangi,namun dengan di pastikan petugas pintu 8 datang
kerumah,menyampaikan,ada beberapa hal yang menjadi kendala,diantaranya tidak adanya pintu atau kelep di saluran pembuangan yang ada di sepanjang sekunder terutama di RT -05 dan pembuangan di RT -21.dan pihak Balay sudah melakukan kordinasi dengan pihak Desa Purwadadi melalui Doni dari Balay dan H. Ma'mun selaku kepala desa Purwadadi,untuk dibuatkan pintu /kelep, kata Doni sering di komunikasikan namun sampai sekarang belum ada win win solation dari hasil kordinasi tersebut ,Ucap Prenky.
(Suprani IWO-IKabser)
Editor : Yudi Sayuti S.T.