PHNOM PENH KAMBOJA, WartaGlobal. Id
, Proses pemulangan Warga Negara Indonesia (WNI) dari Kamboja masih terus bergulir hingga akhir April 2026. Meski Pemerintah Kamboja mendesak percepatan, belum ada skema pemulangan gratis sepenuhnya dari pemerintah Indonesia maupun Kamboja.
Data terbaru KBRI Phnom Penh per 20 April 2026 mencatat total 6.308 WNI telah melapor meminta bantuan untuk pulang. Angka ini naik 460 orang dibanding data Maret. Dari jumlah itu, 1.816 WNI sudah difasilitasi pulang sejak akhir Januari 2026.
Adapun Kapolri juga menegaskan akan menindak lanjuti
mana yang Korban Mana yang tidak.
Dengan Kata Lain Proses Hukum Akan Tetap di lakukan.
Prioritas yang bisa beli tiket sendiri
Kementerian Luar Negeri RI dan KBRI Phnom Penh menegaskan, prioritas pemulangan diberikan kepada WNI yang mampu membiayai tiket secara mandiri. KBRI berperan memfasilitasi proses keimigrasian dan koordinasi dengan otoritas Kamboja, bukan menanggung biaya tiket.
Dalam RDP DPR RI Komisi III Bersama jajaran
26/1/2026 sudah putuskan sebagaimana diatas.
Kalau perlindungan dalam arti kontek.
“Kita bantu urus dokumen, keringanan denda overstay, dan komunikasi dengan pihak Kamboja. Tapi untuk tiket, WNI diminta menyiapkan sendiri,” ujar sumber di KBRI Phnom Penh.
Gelombang pemulangan terbesar terjadi Februari–Maret 2026, dengan 590 WNI dipulangkan dalam sepekan pasca-deportasi. Mereka terbang dengan biaya sendiri setelah proses hukum imigrasi selesai.
Kamboja beri keringanan, tapi kejar target April
Pemerintah Kamboja memang memberikan keringanan denda imigrasi bagi lebih dari 3.000 WNI yang tersangkut kasus online scam. Langkah ini diambil setelah Phnom Penh mengirim peringatan resmi ke perwakilan asing untuk segera memulangkan warganya.
Target Kamboja jelas: bebas dari praktik online scam sebelum Tahun Baru Khmer, pertengahan April 2026. Karena itu, urgensi pemulangan tinggi. Koordinasi dengan Indonesia disebut berjalan erat, namun belum ada indikasi Kamboja akan menanggung biaya pemulangan.
Kapolri juga menegaskan akan menindak lanjut
mana yang Korban Mana yang tidak.
Dengan Kata Lain Proses Hukum Akan Tetap di lakukan.
Meski 1.816 orang sudah pulang, data 5.481 WNI yang melapor hingga Maret 2026 menunjukkan masih ada ribuan orang yang menunggu giliran. Video yang beredar pada Maret 2026 juga menyebut banyak WNI masih tertahan karena kendala biaya tiket.
Per 20 April 2026, dengan total pelapor 6.308 orang, proses deportasi dan pemulangan dipastikan masih berlangsung. Belum ada konfirmasi resmi soal bantuan tiket gratis dari pemerintah.
Law Firm Sudah pengajuan kepulangan massal tapi Putusan Presiden Belum ada.
Bahkan Rapat dengar pendapat Dewan RI menyimpulkan upaya Pemulangan Mandiri atau biaya sendiri.
KBRI mengimbau WNI yang belum melapor agar segera mendatangi atau menghubungi hotline KBRI Phnom Penh.
Sumber :DPRRI rapat beserta Komisi III