Jakarta, WartaGlobal. Id
Sosok yang baru saja diangkat sebagai benteng pengawas pelayanan publik negeri kini terjerat jerat hukum. Hery Susanto, Ketua Ombudsman Republik Indonesia periode 2026-2031, ditangkap dan ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung) atas dugaan suap tata kelola pertambangan nikel di Sulawesi Tenggara. Penahanan ini terjadi hanya enam hari setelah pelantikannya pada 10 April lalu, menimbulkan kegemparan di kalangan aktivis antikorupsi dan pengamat hukum.
Sekitar pukul 11.19 WIB, Hery terlihat keluar dari Gedung Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung. Mengenakan rompi tahanan merah muda dan tangan terborgol, ia digiring petugas menuju mobil tahanan tanpa sepatah kata pun kepada wartawan. "Ia bungkam total," sumber di lokasi mengonfirmasi kepada WartaGlobal.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Anang Suprianta membenarkan penahanan tersebut. "Sebentar lagi, mohon tunggu. Informasi mendalam akan dirilis melalui konferensi pers resmi," ujarnya singkat saat dikonfirmasi. Tim penyidik Jampidsus disebut telah melakukan penggeledahan di rumah Hery dan membawanya langsung ke Gedung Bundar Kejagung untuk pemeriksaan intensif.
Latar Belakang Kasus yang Mengguncang
Dugaan korupsi ini berpusat pada suap terkait izin usaha pertambangan nikel di Sulawesi Tenggara—sektor rawan korupsi yang kerap melibatkan pejabat tinggi. Hery, yang sebelumnya aktif sebagai anggota Ombudsman, kini menjadi tersangka utama. Penangkapan ini menambah daftar panjang skandal di lembaga pengawas negara, di mana ironisnya, Ombudsman bertugas mengawasi maladministrasi pemerintah.
Pengamat hukum menilai kasus ini sebagai "bom waktu" yang menguji kredibilitas lembaga antikorupsi. "Ini bukti bahwa pengawas pun butuh diawasi. Dampaknya bisa melemahkan kepercayaan publik terhadap reformasi birokrasi," kata pakar tata kelola dari Universitas Indonesia, yang enggan disebut namanya.
Hingga berita ini diturunkan, Kejagung belum merinci nilai suap atau pihak lain yang terlibat. WartaGlobal terus memantau perkembangan dan akan update segera setelah konferensi pers resmi digelar.