DEPORTASI DIPESAN ?  KOTUKHOV SERAHKAN BUKTI KE LPSK: ADA REKAMAN , VIDEO. IMIGRASI MASIH BISU - Warta Global Indonesia

Mobile Menu

Top Ads

Dirgahayu RI
Memuat berita...

More News

logoblog

DEPORTASI DIPESAN ?  KOTUKHOV SERAHKAN BUKTI KE LPSK: ADA REKAMAN , VIDEO. IMIGRASI MASIH BISU

Thursday, June 18, 2026











Kotukhov serahkan barang bukti ke LPSK: dokumen digital, rekaman, video. Ia siap diperiksa soal dugaan “deportasi dipesan” yang dibiayai jaringan tertentu. Ditjen Imigrasi? Hingga kini belum beri keterangan resmi.



JAKARTA , http://WartaGlobal.id  
Kasus Kotukhov naik level. Dari tuduhan di media sosial, kini barang bukti fisik masuk meja Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

1. Bukti Masuk, Kotukhov Buka Kartu
LPSK terima penyerahan barang bukti dari Kotukhov. Isinya bukan kaleng-kaleng:  
1. Dokumen digital - jejak tertulis dugaan skenario deportasi  
2. Rekaman percakapan- audio yang disebut kunci kronologi  
3. Video tambahan- visual siap perkuat laporan  

Kotukhov tegas: siap diperiksa lebih lanjut lembaga terkait. Tujuannya satu - klarifikasi total temuan yang ia sampaikan.

2. Bom Waktu: “Deportasi Dipesan & Dibiayai Jaringan”
Paling tajam: Kotukhov sebut proses deportasi yang ia alami “dipesan”. Bukan murni prosedur. Dan lebih panas lagi, dibiayai oleh jaringan tertentu.

Kalau benar, ini bukan lagi soal salah prosedur. Ini dugaan permainan kotor di balik pintu kekuasaan. Ada “pemesan”, ada “pembiaya”, ada “pelaksana”.

3. Imigrasi Diam Seribu Bahasa  
Paradoksnya di sini. Barang bukti sudah di LPSK. Pelapor siap diperiksa. Publik nunggu klarifikasi.

Tapi hingga berita ini diturunkan: belum ada keterangan resmi dari Ditjen Keimigrasian*. 

Bisu. Padahal Imigrasi pemegang kunci pintu terakhir. Dokumen deportasi, perintah, biaya, otorisasi - semua jejaknya ada di mereka.

3 TUNTUTAN TAJAM 
1. Untuk LPSK: Lindungi pelapor. Verifikasi bukti cepat & transparan. Kalau valid, naikkan ke tahap hukum. Jangan biarkan saksi jadi korban kedua.  
2. Untuk Ditjen Imigrasi: Buka suara. Diam di tengah badai bukti = dicurigai publik. Jelaskan: siapa perintahkan, berapa biaya, dari mana sumbernya. Kalau bersih, buktikan.  
3. Untuk Publik: Ini ujian negara hukum. Deportasi boleh, tapi “dipesan” = tabrak prinsip. Kalau aparat bisa “dipesan”, besok giliran siapa?
  
Kotukhov serahkan dokumen digital ,rekaman , video ke LPSK. Teriak: “Deportasi saya DIPESAN & DIBIAYAI jaringan!” Imigrasi? Sampai detik ini BISU. Negara hukum diuji.

Hal ini tercium Kepolisian Polda Bali serta Interpol juga berperan aktiv sebagai pelindung
Mafia Rusia yang ada di Bali.

Sumber :
Pustaka