
Jakarta, WartaGlobal.id - Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasko Ahmad, merespons hasil sejumlah survei yang menunjukkan adanya penurunan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, hasil survei tersebut akan menjadi bahan masukan sekaligus evaluasi bagi pemerintah, sepanjang sejalan dengan fakta dan kondisi yang terjadi di lapangan.
Pernyataan itu disampaikan Dasko saat ditemui awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/07/2026). Politikus yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI periode 2024–2029 itu menegaskan bahwa setiap hasil survei perlu dipelajari secara objektif sebelum dijadikan dasar pengambilan kebijakan.
Dasko mencontohkan hasil survei yang dirilis oleh SMRC dan Indikator Politik Indonesia. Menurutnya, temuan dari berbagai lembaga survei tersebut saat ini tengah dikaji secara menyeluruh untuk melihat sejauh mana kesesuaiannya dengan dinamika yang berkembang di tengah masyarakat.
"Pada prinsipnya kami sedang mempelajari dan mengkaji hasil-hasil survei tersebut. Survei merupakan salah satu bentuk masukan yang nantinya akan kami kompilasi. Kami berharap pemerintah dapat melakukan penyesuaian apabila hasil kajian menunjukkan adanya persoalan yang memang sesuai dengan kondisi di lapangan," ujar Dasko.
Ia menegaskan, pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap kritik maupun penilaian publik yang tercermin dalam hasil survei. Sebaliknya, data tersebut perlu dijadikan referensi untuk memperbaiki kebijakan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Meski demikian, Dasko mengingatkan bahwa hasil survei tidak dapat dijadikan satu-satunya indikator dalam menilai kinerja pemerintah. Menurutnya, diperlukan pencocokan dengan data lapangan serta evaluasi terhadap berbagai program yang sedang berjalan agar langkah perbaikan yang diambil benar-benar tepat sasaran.
Pernyataan Dasko muncul di tengah mencuatnya hasil survei sejumlah lembaga yang menunjukkan tren penurunan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah diharapkan menjadikan temuan tersebut sebagai bahan introspeksi untuk memperkuat efektivitas program dan menjaga kepercayaan masyarakat.
Hingga kini, pemerintah belum memberikan keterangan resmi terkait langkah evaluasi yang akan dilakukan menyusul hasil survei tersebut. (Redaksi)

.jpg)