
Poto Istimewa
KYIV, WARTAGLOBAL.Id – Ukraina menghadapi tekanan politik yang semakin besar di tengah berlangsungnya perang dengan Rusia. Ribuan warga turun ke jalan di Kyiv dan sejumlah kota besar lainnya dalam aksi demonstrasi yang menuntut Presiden Volodymyr Zelensky mengembalikan Mykhailo Fedorov ke posisi Menteri Pertahanan setelah keputusan pemecatannya memicu kemarahan publik.
Aksi unjuk rasa yang dimulai pada 16 Juli 2026 berkembang menjadi salah satu demonstrasi terbesar yang terjadi di Ukraina sejak perang dimulai. Ribuan demonstran memenuhi pusat Kota Kyiv dengan membawa spanduk bertuliskan "Bring Back Fedorov" serta meneriakkan tuntutan agar pemerintah membatalkan keputusan tersebut.
Gelombang protes kemudian meluas ke Lviv, Odesa, Dnipro, dan sejumlah kota lainnya.
Pemecatan Fedorov dinilai mengejutkan banyak pihak. Selama menjabat sekitar enam bulan sebagai Menteri Pertahanan, ia dikenal sebagai figur reformis yang mendorong digitalisasi sektor pertahanan, peningkatan transparansi pengadaan militer, serta upaya pemberantasan korupsi di lingkungan kementerian. Popularitasnya di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda, menjadi salah satu faktor yang memicu besarnya gelombang protes.
Di tengah tekanan politik yang terus meningkat, Presiden Zelensky kemudian mengambil langkah mengejutkan dengan memberhentikan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata, Jenderal Oleksandr Syrskyi, pada 21 Juli 2026. Namun keputusan tersebut belum mampu meredam demonstrasi karena tuntutan utama masyarakat tetap berfokus pada pemulihan jabatan Fedorov sebagai Menteri Pertahanan.
Situasi semakin rumit setelah Fedorov dilaporkan menolak tawaran jabatan lain di pemerintahan. Sikap tersebut dipandang sebagai sinyal bahwa krisis politik belum mencapai titik penyelesaian dan berpotensi memperdalam perpecahan di tengah kondisi perang yang masih berlangsung.
Pengamat menilai demonstrasi ini bukan sekadar persoalan pergantian pejabat negara, melainkan mencerminkan meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap arah kepemimpinan nasional, efektivitas reformasi sektor pertahanan, serta pentingnya menjaga kepercayaan publik selama masa konflik.
Meski demikian, pemerintahan Zelensky masih menghadapi tantangan besar untuk menyeimbangkan kebutuhan stabilitas politik, kepentingan militer, dan tuntutan masyarakat. Respons pemerintah terhadap aspirasi publik dalam beberapa pekan ke depan diperkirakan akan menjadi faktor penting yang menentukan tingkat kepercayaan rakyat terhadap kepemimpinan Presiden Zelensky.
Sumber Referensi:
Reuters, Thousands take to Kyiv's main street, firm on calls for defence minister's return (31 Juli 2026).
BBC News, Protests in Ukrainian cities against Zelensky's removal of defence minister Fedorov (16 Juli 2026).

.jpg)