HENDARSAM PIMPIN OPERASI DHARMA DEWATA DI CANGGU Enam WNA Dibawa ke Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Pengawasan Orang Asing Diperketat - Warta Global Indonesia

Mobile Menu

IKLAN GAMBAR

Dirgahayu RI

ADS

Memuat berita...

More News

logoblog

HENDARSAM PIMPIN OPERASI DHARMA DEWATA DI CANGGU Enam WNA Dibawa ke Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Pengawasan Orang Asing Diperketat

Monday, August 31, 2026


Hendarsam,Poto Netti 

BADUNG, BALI — WartaGlobal.Id

Kawasan Canggu, Badung, Bali, kembali menjadi titik pengawasan keimigrasian. Di tengah aktivitas pariwisata yang berlangsung hingga malam hari, petugas Imigrasi menggelar Operasi Pengawasan Orang Asing Dharma Dewata untuk memastikan keberadaan dan aktivitas warga negara asing (WNA) tetap berada dalam koridor hukum Indonesia.

Operasi pada Kamis malam, 27 Agustus 2026, dipimpin langsung Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko. Kehadiran pimpinan tertinggi Direktorat Jenderal Imigrasi dalam operasi lapangan tersebut menunjukkan bahwa pengawasan terhadap WNA di Bali tidak hanya berhenti pada pemeriksaan administratif di kantor, tetapi juga menyentuh langsung titik-titik aktivitas orang asing.

Dari kegiatan tersebut, enam WNA dibawa ke Kantor Imigrasi Ngurah Rai untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Langkah tersebut penting untuk memastikan apakah keberadaan dan aktivitas keenam WNA tersebut sesuai dengan dokumen perjalanan, izin tinggal, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Bukan Sekadar Patroli

Operasi pengawasan orang asing memiliki posisi strategis di Bali. Pulau Dewata merupakan salah satu destinasi wisata internasional dengan mobilitas WNA yang sangat tinggi.

Karena itu, pengawasan tidak boleh sekadar berorientasi pada jumlah pemeriksaan. Yang jauh lebih penting adalah akurasi pemeriksaan, validitas dokumen, kesesuaian kegiatan dengan izin tinggal, serta tindak lanjut terhadap setiap temuan.

Enam WNA yang dibawa untuk pemeriksaan lanjutan menjadi bagian penting dari proses tersebut.

Namun, status mereka harus tetap ditempatkan secara proporsional: dibawa untuk pemeriksaan bukan berarti telah terbukti melakukan pelanggaran keimigrasian. Kesimpulan mengenai ada atau tidaknya pelanggaran harus menunggu hasil pemeriksaan dan keputusan pejabat imigrasi yang berwenang.

Canggu dalam Radar Pengawasan

Canggu merupakan kawasan dengan konsentrasi aktivitas wisata dan komunitas internasional yang tinggi. Kondisi tersebut secara otomatis membuat kawasan ini membutuhkan pengawasan keimigrasian yang konsisten.

Pengawasan menjadi semakin penting ketika aktivitas WNA tidak hanya berkaitan dengan kegiatan wisata, tetapi juga pekerjaan, usaha, kegiatan sosial, maupun aktivitas lain yang memiliki konsekuensi hukum terhadap izin tinggal.

Di titik inilah Operasi Dharma Dewata harus diuji bukan hanya dari keberanian melakukan pemeriksaan, tetapi dari kemampuan aparat menghasilkan penegakan hukum yang transparan, profesional dan dapat dipertanggungjawabkan.

Publik Berhak Mengetahui Tindak Lanjutnya

Operasi lapangan akan kehilangan makna apabila berhenti pada pemeriksaan.

Publik perlu mengetahui secara proporsional bagaimana hasil pemeriksaan terhadap enam WNA tersebut: apakah seluruh dokumen dinyatakan sesuai, ditemukan pelanggaran administratif, dikenakan tindakan keimigrasian, atau justru tidak ditemukan pelanggaran.

Transparansi tindak lanjut menjadi penting agar operasi pengawasan tidak sekadar menjadi aktivitas seremonial, melainkan benar-benar menjadi instrumen negara untuk menjaga ketertiban keimigrasian.

Pengawasan WNA bukan tindakan anti-orang asing. Sebaliknya, pengawasan adalah mekanisme negara untuk memastikan setiap orang asing yang berada di wilayah Indonesia menghormati hukum dan ketentuan yang berlaku.

Di Bali, pesan itu harus jelas:

Datang sebagai wisatawan, bekerja sebagai profesional, berinvestasi sebagai pelaku usaha—semuanya memiliki aturan.

Dan ketika aturan dilanggar, hukum harus bekerja tanpa pandang bulu.

WartaGlobal.Id — Fakta, Pengawasan, dan Akuntabilitas.

Memuat konten...