MPM PP Muhammadiyah Gelar Konsolnas untuk Evaluasi Program Pemberdayaan Akar Rumput - Warta Global Indonesia

Mobile Menu

IKLAN GAMBAR

ADS

Memuat berita...

More News

logoblog

MPM PP Muhammadiyah Gelar Konsolnas untuk Evaluasi Program Pemberdayaan Akar Rumput

Saturday, October 31, 2026

 



YOGYAKARTA — Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Pusat (MPM PP) Muhammadiyah menggelar Konsolidasi Nasional (Konsolnas) 2026 untuk mengevaluasi capaian program dan kegiatan pemberdayaan masyarakat di tingkat wilayah hingga daerah. Kegiatan berlangsung di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Cik Ditiro No. 23, Kota Yogyakarta, 31 Januari 2026.

Konsolnas yang diikuti jajaran MPM PWM dan PDM se-Indonesia tersebut menjadi forum monitoring, evaluasi, sekaligus penyusunan strategi pengembangan program pemberdayaan masyarakat ke depan.

Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief, dalam amanatnya mengapresiasi berbagai program pemberdayaan yang telah dijalankan MPM. Menurutnya, MPM termasuk majelis yang memiliki eksposur kegiatan cukup besar bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Lazismu.

Hilman berharap MPM tidak hanya menjalankan program pemberdayaan, tetapi juga menjadi sarana edukasi masyarakat dalam mengimplementasikan nilai-nilai Islam Berkemajuan.

“Saya memimpikan dan mengharapkan bahwa MPM itu betul-betul menjadi sarana edukasi. Ya, edukasi bagaimana kalau kita bicara Islam Berkemajuan,” ujarnya.

Ia juga mendorong MPM mengembangkan pengukuran dampak program melalui pendekatan Social Return on Investment (SROI) serta kontribusinya terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).


Menurut Hilman, penguatan program dapat dilakukan dengan melibatkan generasi muda atau Gen Z, terutama dalam pemanfaatan teknologi untuk mendukung kerja-kerja pemberdayaan di lapangan. Dengan dokumentasi dan pengukuran dampak yang baik, program MPM dinilai berpeluang memperoleh pengakuan dari lembaga nasional maupun internasional.

Ketua MPM PP Muhammadiyah, Nurul Yamin, menjelaskan bahwa Konsolnas 2026 tidak sekadar menjadi forum evaluasi, tetapi juga ruang untuk memetakan berbagai aktivitas pemberdayaan masyarakat, mengidentifikasi capaian, serta merumuskan langkah strategis bagi pengembangan program selanjutnya.

“Dari aktivitas organisasi ini sekaligus juga akan dijadikan langkah-langkah strategis pada fase-fase berikutnya,” ungkap Yamin.

Dalam pemaparannya, MPM menjelaskan arah pemberdayaan melalui dua skema utama, yakni program nasional dan program unggulan.

Program nasional mencakup empat pilar, yaitu penguatan kelembagaan organisasi, pengembangan sumber daya manusia melalui Sekolah Kader Pemberdayaan Masyarakat, penguatan sektor pertanian melalui Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM), serta pemberdayaan masyarakat nelayan dan pesisir melalui Jamaah Nelayan Muhammadiyah (JALAMU).

Sementara itu, program unggulan dikembangkan berbasis komunitas dengan mengoptimalkan potensi lokal. Sasaran program meliputi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), masyarakat miskin perkotaan, buruh, serta kelompok difabel.


MPM juga memperluas jangkauan pemberdayaan ke sektor pekerja migran melalui komunitas Sahabat Migran Berkemajuan (SARANMU). Saat ini, komunitas tersebut telah merangkul 5.362 orang yang mayoritas berada di Malaysia.

“Pendampingan dilakukan secara komprehensif dari hulu hingga hilir, tidak hanya menyentuh persoalan hukum tetapi juga spiritual keagamaan melalui forum Jendela Migran,” jelas Nurul Yamin.

Sekretaris MPM PP Muhammadiyah, Budi Nugroho, menambahkan bahwa pihaknya terus mengakselerasi program prioritas sebagai amanat Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Solo. Salah satu fokusnya adalah memperluas basis pemberdayaan umat di tingkat akar rumput melalui gerakan dan dakwah jamaah, baik secara kultural maupun berbasis komunitas.

Arah gerakan tersebut sejalan dengan visi pengembangan MPM periode 2022–2027, yakni mewujudkan ekosistem pemberdayaan masyarakat yang berkemajuan untuk meningkatkan kesejahteraan buruh, tani, nelayan, serta kelompok dhuafa-mustadh'afin sebagai perwujudan Islam Rahmatan Lil Alamin.

Jambore Nasional JATAM ke-2 Digelar di Lampung

Dalam rangkaian Konsolnas 2026, MPM PP Muhammadiyah juga meluncurkan logo dan theme song Jambore Nasional Jamaah Tani Muhammadiyah (Jambore JATAM) ke-2.

Kegiatan nasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada Juli 2027 di Provinsi Lampung.

Peluncuran logo dan lagu tema ini menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan Jambore JATAM ke-2 yang diharapkan menjadi momentum konsolidasi petani Muhammadiyah dari berbagai daerah di Indonesia.

Penunjukan Lampung sebagai lokasi kegiatan nasional tersebut sekaligus menempatkan provinsi ini sebagai tuan rumah agenda pemberdayaan dan konsolidasi Jamaah Tani Muhammadiyah pada 2027. (Red)

Memuat konten...