Coffee Morning Imigrasi Bali Perkuat Sinergi dengan Media, Tekankan Pelayanan Prima bagi WNA dan WNI - Warta Global Indonesia

Mobile Menu

Top Ads

Dirgahayu RI
🎉Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah banjir dan longsor di Sumatra. Semoga keluarga korban diberi ketabahan dan kekuatan. 🎉

More News

logoblog

Coffee Morning Imigrasi Bali Perkuat Sinergi dengan Media, Tekankan Pelayanan Prima bagi WNA dan WNI

Tuesday, March 31, 2026


Denpasar, 31 Maret 2026 , WartaGlobal. Id
 Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali menggelar Coffee Morning bersama media di Aula Kanwil Imigrasi Bali, sebagai upaya memperkuat sinergi dan transparansi informasi keimigrasian kepada publik. 

Kegiatan bertema "Gathering Bersama Media Tingkatkan Kualitas Berita Keimigrasian di Bali" ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna, dan dihadiri jajaran kepala kantor Imigrasi se-Bali serta perwakilan Media Pers.

Dalam acara yang berlangsung hangat pagi ini, Kakanwil Felucia menegaskan pentingnya kolaborasi antara imigrasi dan media dalam menyampaikan kebijakan, pelayanan, serta capaian kinerja kepada masyarakat. 
"Sinergi ini sangat krusial untuk memastikan informasi keimigrasian sampai secara akurat dan tepat waktu," ujarnya.
Fokus utama pembahasan adalah komitmen pelayanan prima bagi Warga Negara Asing (WNA) maupun Warga Negara Indonesia (WNI), demi menciptakan rasa aman dan nyaman.

 Beberapa inisiatif unggulan yang disorot meliputi:
Posko di bandara, untuk penanganan cepat dan informasi langsung bagi pemudik atau wisatawan.
Program Overstay 0, yang menargetkan nol kasus overstay melalui pengawasan ketat dan edukasi.
Penempatan petugas herdes (help desk) di hotel, guna memfasilitasi layanan imigrasi di lokasi wisata populer.

ITK (Izin Tinggal Kunjungan Terbatas), izin sementara bagi WNA untuk tujuan wisata, kunjungan keluarga, bisnis, atau kegiatan sosial budaya. Izin ini bersifat short stay dengan masa berlaku hingga 60 hari (dapat diperpanjang maksimal 180 hari di kantor imigrasi setempat), dan bisa dialihstatuskan menjadi Izin Tinggal Terbatas (ITAS) jika memenuhi syarat.

Kehadiran media dalam kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pemberitaan keimigrasian di Bali, khususnya di tengah lonjakan wisatawan pasca-pandemi. Acara ditutup dengan sesi tanya jawab, yang memperlihatkan antusiasme peserta dalam membahas isu terkini seperti penanganan overstay dan kemudahan perpanjangan izin.

Kegiatan ini menjadi momentum positif bagi imigrasi Bali dalam membangun citra institusi yang transparan dan pro-publik.