Kamboja "time is money" jadi mantra scammer Neraka - Warta Global Indonesia

Mobile Menu

Top Ads

Dirgahayu RI
🎉Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah banjir dan longsor di Sumatra. Semoga keluarga korban diberi ketabahan dan kekuatan. 🎉

More News

logoblog

Kamboja "time is money" jadi mantra scammer Neraka

Thursday, March 19, 2026


Jakarta, 19/3/2026, WartaGloba.Id
Jurnalis investigasi Netti Herawati dari Warta Global rela terjun ke sarang penipuan daring untuk ungkap nasib ribuan WNI terjebak.

 Pengalamannya penuh ketegangan, dari tudingan KBRI Phnom Penh lambat tangani 5.264 korban hingga razia polisi yang bikin situasi mencekam.

Petualangan Berbahaya di Phnom PenhNetti tiba awal 2026 dengan surat izin Kemenlu, menyusuri perbatasan Poipet dan O Smach pasca-razia Thailand yang babat sarang scam-judol.

Ia temui survivor yang cerita sadis: ditendang pelipis hingga berdarah, disetrum listrik puluhan kali, dipaksa minum urin atasan, bahkan WNI Muslim terpaksa makan babi demi bertahan.
 "Kalau target scam tak tercapai, push-up 500 kali atau gaji dipotong habis," ujar saksi mata yang lolos, sementara Netti sembunyi-wawancara di rawa-rawa agar tak ketahuan sindikat.

Tuduhan Kontroversial ke KBRIDari Phnom Penh, Netti tulis laporan pedas: KBRI terkesan "mesra" dengan scammer karena hanya 1.252 dari 5.264 WNI pulang hingga Maret 2026, padahal razia April mengintai.
 Ia kirim surat terbuka ke DPR Komisi III, desak audit KBRI dan satgas anti-scam, seru: 
"Publikasikan data kolusi jika ada, atau percepat pulang 590+ WNI tersisa!" Spekulasi liar ini viral, bikin netizen heboh soal birokrasi vs nyawa WNI.

Korban atau Pelaku? Fakta Kelam TerungkapBanyak WNI tertipu agen Medan-Jakarta janji call center Rp12 juta/bulan, tapi dipaksa scam 7 hari seminggu >8 jam/hari tanpa gaji penuh.
Netti temukan TPPO via sanak saudara, tapi ada pula yang bangga scamming bertahun lalu kini terlantar di penampungan bandara Phnom Penh.
 Trauma berat butuh konseling, dan Netti pantau evakuasi sambil ingatkan: "Kamboja komit razia, Indonesia jangan ketinggalan."

Pengalaman Netti ini jadi peringatan bagi pencari kerja: Bali ke Kamboja, hindari jebakan "time is money" yang berujung neraka.