Negara Segera Audit : Oknum KBRI Dadang-Rovy Jadi "Tukang Parkir" Pemulangan WNI Kamboja! - Warta Global Indonesia

Mobile Menu

Top Ads

Dirgahayu RI
Memuat berita...

More News

logoblog

Negara Segera Audit : Oknum KBRI Dadang-Rovy Jadi "Tukang Parkir" Pemulangan WNI Kamboja!

Monday, April 13, 2026


Phnom Penh,13/4/2026,WartaGlobal . Id
 Banjir aduan WNI terjebak di Kamboja kian menggila: 
Oknum KBRI Phnom Penh bernama Dadang dan Rovy diduga jadi "tukang parkir" bayaran! Mereka mematok Rp3,5-8 juta per jiwa agar proses pemulangan "cepat keluar".

 Isu ini meledak jadi rahasia umum, picu kericuhan massal, dan bongkar layanan KBRI yang amburadul—ribuan WNI korban scam online terlantar di tengah operasi razia Kamboja.

"Sejak Januari 2026, lebih dari 6.300 WNI serbu KBRI minta pulang usai kabur dari sindikat scam, tapi proses mandek—katanya bayar dulu ke Dadang-Rovy!" curhat koordinator TPF yang menerima ratusan keluhan.
 Hingga Maret, baru 2.528 pulang bertahap, sisanya gigit jari hadapi denda overstay dan birokrasi hitam.
 Video protes di depan KBRI viral di grup WhatsApp: "KBRI bukan pelindung, tapi pemeras!"

Korupsi Konsuler: Dari Scam ke "Scam KBRI"?
Konteksnya brutal: razia pemerintah Kamboja sejak Januari 2026 bebaskan ribuan WNI dari scam center di Phnom Penh dan provinsi lain. 
KBRI catat 911 lapor awal (16-19/1), lalu melonjak ke 3.446 (Feb), tapi pelayanan? Lamban dan berbau uang.

 "Dokumen sengaja ditahan, lalu ditawari 'prioritas' berbayar. Ini korupsi terang-terangan!" tuding WNI anonim yang dekat dengan Dadang-Rovy via medsos. aduan pemerasan tak kunjung reda. Pengamat:
 "Ini indikasi mafia konsuler—Kemlu harus audit segera, atau WNI Kamboja mati kutu!" Kemenlu diam seribu bahasa, sementara TPF siapkan laporan ke KPK.

WNI teriak: "Kami korban scam, jangan jadi korban KBRI lagi!" WartaGlobal tuntut transparansi: 

Siapa lindungi Dadang-Rovy? Pemulangan gratis atau bayar raya?
Memuat konten...