
MADINAH, WartaGlobal. Id
Duka menyapa jemaah haji Indonesia di Tanah Suci. Bus rombongan jemaah dari kloter SUB-02 dan JKS-01 mengalami kecelakaan di Madinah pada Selasa, 28 April 2026, pukul 10.30 Waktu Arab Saudi. Insiden terjadi saat bus dalam perjalanan pulang usai city tour ke Jabal Magnet.
Kepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah Moh. Hasan Afandi membenarkan kejadian tersebut. “Kecelakaan terjadi kemarin, pukul 10.30 WAS. Melibatkan jemaah SUB-02 dan JKS-01,” ujarnya.
10 Jemaah Luka, Langsung Ditangani
Sebanyak 10 jemaah dilaporkan luka-luka. Seluruh korban langsung dievakuasi dan mendapat penanganan medis di rumah sakit setempat. Belum ada laporan korban jiwa. Penyebab kecelakaan masih diselidiki otoritas Arab Saudi.
Kemenhaj Murka: Awasi Ketat KBIHU!
Insiden ini langsung menyulut peringatan keras dari Kemenhaj. Hasan Afandi menegaskan komitmen pemerintah menjaga ketertiban dan kualitas layanan haji, termasuk mengawasi peran KBIHU di lapangan.
Ia mewanti-wanti agar seluruh aktivitas jemaah, termasuk city tour, wajib terkoordinasi dengan petugas resmi pemerintah. Tidak boleh ada agenda liar di luar ibadah.
“Kami tegaskan, tidak boleh ada penawaran di luar kepentingan ibadah, tidak boleh ada pungutan tambahan, dan seluruh aktivitas harus terkoordinasi dengan petugas resmi,” tegas Hasan.
Sanksi Tegas: Cabut Izin!
Kemenhaj tak main-main. Jika KBIHU terbukti melanggar, apalagi membahayakan jemaah, izin bisa dicabut. “Jika dilanggar, kami tidak akan ragu memberikan sanksi tegas hingga pencabutan izin,” ancamnya.
Kasus ini jadi alarm keras. City tour memang bukan agenda wajib haji. Namun banyak KBIHU menawarkannya ke jemaah. Kemenhaj minta jemaah dan KBIHU patuh aturan. Keselamatan ibadah nomor satu.
Saat ini seluruh jemaah yang luka dilaporkan stabil. Petugas haji Indonesia terus mendampingi korban dan berkoordinasi dengan rumah sakit di Madinah.
Netti/*
_Tim Redaksi | Waspada agenda di luar jadwal resmi. Laporkan pungli ke petugas haji!_