
Taipei, WartaGlobal. Id
Ribuan warga Taiwan bersiap menggelar aksi demonstrasi massal pada 1 Mei 2026, menentang rencana pemerintah melarang imigran asing melahirkan di rumah sakit dan klinik lokal. Protes ini dipicu keresahan atas lonjakan tagihan medis tak terbayar dari imigran, terutama yang overstay visa, yang kian membebani sistem kesehatan Taiwan.
Menurut koalisi kelompok masyarakat sipil seperti Taiwan Health Rights Alliance, aksi bertajuk "Stop Free Birth Exploitation" akan memadati Lapangan Ketagalan di pusat Taipei. Mereka menuding imigran, mayoritas dari Asia Tenggara termasuk Indonesia, Vietnam, dan Filipina, sering meninggalkan rumah sakit tanpa bayar uang muka (DP) untuk layanan bersalin. Data Kementerian Kesehatan Taiwan mencatat kerugian mencapai NT$500 juta (Rp 250 miliar) tahun lalu akibat tagihan macet ini.
"Kami bukan anti-imigran, tapi ini soal keadilan. Imigran lahirkan di sini, lalu kabur tanpa bayar, sementara warga lokal antre berbulan-bulan," ujar koordinator demo, Chen Wei-ling, dalam konferensi pers kemarin. Ia menambahkan, banyak kasus overstay: visa turis berubah jadi "birth tourism" ilegal, di mana bayi lahir dapat kewarganegaraan Taiwan untuk hak residensi, tapi orang tua hilang begitu saja.
Fenomena ini mirip kasus "anchor baby" di AS, tapi di Taiwan kian parah pasca-pandemi. Laporan Imigrasi Taiwan ungkap 3.500 kasus overstay terkait kelahiran tahun 2025, dengan 40% dari Indonesia. Pemerintah berencana terapkan aturan ketat: DP minimal NT$100.000 (Rp 50 juta) untuk bersalin imigran, plus cek visa ketat. Kebijakan ini didukung 68% responden survei publik, tapi dikecam aktivis hak migran sebagai diskriminatif.
Dari sisi diaspora Indonesia, Komunitas WNI di Taiwan khawatir. "Banyak pekerja migran kita terdampak. Butuh solusi bilateral, bukan larangan buta," kata Ketua Komunitas, Budi Santoso. Kasus serupa pernah ramai di Bali, di mana turis birth tourism bebankan fasilitas publik.
Apakah demo 1 Mei jadi titik balik? Atau malah picu boikot layanan kesehatan bagi imigran? Pantau WartaGlobal untuk update.
TPF WartaGlobal
(Sumber: Taiwan News Agency, Kementerian Kesehatan Taiwan, wawancara koalisi demo)