China "Pukul" Pesawat Presiden Taiwan: Kunjungan ke Eswatini Batal, Sekutu Afrika Terjepit Tekanan Beijing - Warta Global Indonesia

Mobile Menu

Top Ads

Dirgahayu RI
Memuat berita...

More News

logoblog

China "Pukul" Pesawat Presiden Taiwan: Kunjungan ke Eswatini Batal, Sekutu Afrika Terjepit Tekanan Beijing

Friday, April 24, 2026


Taipei WartaGlobal. Id
Presiden Taiwan Lai Ching-te terpaksa membatalkan kunjungan resminya ke Eswatini pada 24-26 April 2026, setelah Seychelles, Mauritius, dan Madagaskar secara mendadak mencabut izin lintas udara pesawat kepresidenan. Ini jadi pukulan telak pertama bagi pemimpin Taiwan: seluruh lawatan luar negeri gagal total gara-gara blokade udara "tanpa peringatan".

Kantor Presiden Taiwan menuding China di balik layar, dengan "tekanan intens termasuk pemaksaan ekonomi" yang memaksa ketiga negara Afrika itu tunduk. Lai seharusnya hadir di pesta ulang tahun ke-58 Raja Mswati III sekaligus peringatan 40 tahun naik takhta – momen emas untuk memperkuat ikatan dengan satu-satunya sekutu diplomatik Taiwan di Benua Hitam.

AS langsung angkat bicara: Departemen Luar Negeri mengecamnya sebagai "penyalahgunaan sistem penerbangan sipil internasional", menuduh negara-negara itu "bertindak atas perintah China". Beijing? Malah pesta: memuji keputusan itu sebagai ketaatan pada prinsip "Satu China", sambil nyinyir "tidak ada lagi Presiden Republik China di dunia".
Intrik di Balik Layar

Apa kartu ekonomi yang dimainkan China? Ketiga negara Afrika itu bergantung pada investasi dan bantuan Beijing – dari pelabuhan hingga hutang triliunan. Eswatini sendiri sudah jadi target sanksi ekonomi China sejak setia pada Taiwan. Langkah ini bukti baru: Beijing tak segan "mencekik" akses udara untuk isolasi Taiwan, bahkan di kawasan paling setia sekutunya.

Implikasi global? Taiwan kehilangan panggung Afrika, sementara China makin agresif "bersihkan" peta diplomatik. Apakah Eswatini bakal goyah selanjutnya? Netti/*

(Sumber: Kantor Presiden Taiwan, Departemen Luar Negeri AS, pernyataan resmi China. Dipantau 24 April 2026)