Darurat Scam RI: Rp 9,1 T Rakyat Dirampok, OJK Cuma Blokir Uang Kecil—Siapa yang Main Lambat? - Warta Global Indonesia

Mobile Menu

Top Ads

Dirgahayu RI
Memuat berita...

More News

logoblog

Darurat Scam RI: Rp 9,1 T Rakyat Dirampok, OJK Cuma Blokir Uang Kecil—Siapa yang Main Lambat?

Sunday, April 19, 2026


Jakarta , WartaGlobal. Id
Indonesia jadi 'surga scammer' dunia! Bayangkan, Rp 9,1 triliun uang rakyat lenyap ditelan penipuan digital, sementara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) cuma bisa pamer blokir Rp 432 miliar—hanya 4,7% dari total kerugian. Setiap hari, 1.000 orang nangis ke Indonesia Anti Scam Center (IASC), tapi dana rampokan itu sudah kabur ke kripto, e-wallet, atau emas digital sebelum polisi angkat telepon. Data IASC per 14 Januari 2026: 432.637 laporan. Dan ini baru puncak gunung es!

Friderica Widyasari Dewi, anggota dewan OJK bidang perlindungan konsumen yang akrab disapa Kiki, akui fakta pahit ini di rapat Komisi XI DPR. "Rp 9,1 triliun hilang, kami selamatkan Rp 432 miliar," katanya, seolah itu prestasi. Tapi realitanya? Pulau Jawa diserbu 303.000 kasus, Sumatera ikut kena. Modusnya gila-gilaan: belanja online palsu (73.000 kasus), telepon penipu, investasi abal-abal, lowongan kerja fiktif, sampe undian hadiah bodong. Rakyat awam jadi sasaran empuk karena literasi keuangan nol besar, sementara scammer main cepat—uang pindah tangan dalam 1 jam!
Yang bikin geram: Indonesia lampaui negara lain. 

Negara maju cuma 150-400 laporan/hari, kita 1.000! 80% korban telat lapor lebih dari 12 jam. OJK blokir ratusan ribu rekening, tapi dana sudah nyebar ke e-commerce, kripto, pinjol ilegal. Koordinasi lintas sektor? Cuma omong kosong di rapat DPR. Pemerintah sibuk bangun IKN, rakyat dirampok scammer dari Kamboja sampe Filipina!
Ini bukan cuma angka, ini bom waktu sosial: keluarga hancur, UMKM bangkrut, generasi muda trauma investasi. OJK dan polisi mana? Sudah saatnya tuntut akuntabilitas—jangan cuma blokir rekening, tapi buru bos scammer dan hukum regulator yang lamban!. Netti/*