Indonesia Maju ke Spaceport Pertama ASEAN: Kepala BRIN Umumkan dari Moskow, Biak Jadi Lahan Ideal - Warta Global Indonesia

Mobile Menu

Top Ads

Dirgahayu RI
Memuat berita...

More News

logoblog

Indonesia Maju ke Spaceport Pertama ASEAN: Kepala BRIN Umumkan dari Moskow, Biak Jadi Lahan Ideal

Saturday, April 18, 2026


Moskow, WartaGlobal. Id
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Arif Satria, mengonfirmasi rencana pembangunan bandar antariksa (spaceport) pertama di Asia Tenggara di Pulau Biak, Papua. Pernyataan ini disampaikan saat forum Cosmonautics Day di Rusia, menandai kemajuan konkret proyek yang tertunda sejak 1985.

Lokasi Biak dipilih karena keunggulan ilmiahnya. Berada hanya 0,8 derajat dari khatulistiwa, pulau ini memanfaatkan kecepatan rotasi Bumi sebesar 465 m/s di ekuator—20% lebih tinggi daripada di lintang 28° seperti Cape Canaveral, AS. Hal ini mengurangi kebutuhan bahan bakar roket hingga 15-20% untuk mencapai orbit rendah Bumi (LEO), sesuai prinsip mekanika orbit yang dijelaskan dalam persamaan vis-viva: [ v = \sqrt{GM \left( \frac{2}{r} - \frac{1}{a} \right)} ], di mana rotasi ekuatorial menambah delta-v gratis.

Orientasi Biak ke Samudra Pasifik juga meminimalkan risiko: koridor peluncuran ke timur menghindari pemukiman, dengan jarak aman hingga 2.000 km untuk fase pemisahan roket. Studi awal Lembaga Antariksa Indonesia (sekarang di bawah BRIN) sejak 1985 menargetkan 100 hektare di Desa Saukobye, Biak Numfor.

Kolaborasi kunci melibatkan Roscosmos Rusia via Glavkosmos dan PT Uniresources Petroleum Indonesia, berdasarkan MoU 2023. Arif Satria bertemu Direktur Jenderal Roscosmos Dmitry Bakanov untuk skema teknologi dan operasional. Spaceport ini dirancang komersial, terbuka untuk peluncur global, mirip Guiana Space Centre yang menangani 50% peluncuran Eropa.

Proyek ini selaras dengan agenda satelit: akhir 2026, BRIN rencanakan mikrosatelit resolusi tinggi untuk monitoring lingkungan, pangan, dan bencana—mengukuhkan kedaulatan orbit Indonesia. "Antariksa adalah frontier ekonomi baru," tegas Arif dalam wawancara Russia Today.
Jika terealisasi, Indonesia pionir ASEAN, potensial ciptakan industri senilai miliaran dolar dari peluncuran komersial.Netti/*

#SpaceportBiak #BRIN #AntariksaIndonesia #TeknologiNasional