Kasus PT DSI, Kerugian Rp2,4 Triliun, Dude Herlino dan Alyssa Soebandono Diperiksa sebagai Saksi - Warta Global Indonesia

Mobile Menu

Top Ads

Dirgahayu RI
🎉Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah banjir dan longsor di Sumatra. Semoga keluarga korban diberi ketabahan dan kekuatan. 🎉

More News

logoblog

Kasus PT DSI, Kerugian Rp2,4 Triliun, Dude Herlino dan Alyssa Soebandono Diperiksa sebagai Saksi

Sunday, April 5, 2026

JAKARTA Warta Global id

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan penipuan yang menjerat PT Dana Syariah Indonesia (PT DSI). Dalam kasus bernilai fantastis mencapai Rp2,4 triliun ini, penyidik telah memeriksa puluhan saksi dan memblokir sejumlah rekening bank.
 
Kepala Tim (Katim) penyidikan Kasus PT DSI, Brigjen Pol Susatyo Purnomo Condro, memaparkan perkembangan terbaru penanganan perkara tersebut di kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (3/4/2026).
 
"Kami dari tim investigasi penanganan perkara DSI... saat ini telah memeriksa sebanyak 90 orang saksi ya, dan memblokir hampir 80 rekening," ujar Brigjen Susatyo.

Salah satu nama yang baru saja menjalani pemeriksaan dan menjadi sorotan publik adalah pasangan selebriti terkenal, Dude Herlino dan Alyssa Soebandono. Keduanya dipanggil penyidik karena pernah menjabat sebagai Brand Ambassador PT DSI selama kurun waktu tiga tahun.

Keterlibatan mereka dalam kasus ini dikarenakan peran publik figur yang mempromosikan perusahaan tersebut kepada masyarakat luas. Penyidik mendalami pengetahuan dan keterangan keduanya terkait produk serta sistem yang ditawarkan oleh PT DSI saat mereka masih menjabat sebagai wajah perusahaan.

Hingga saat ini, proses hukum masih berjalan dengan intensif. Pemeriksaan terhadap 90 saksi dilakukan untuk mengungkap alur perputaran uang dan mekanisme usaha yang diduga merugikan banyak pihak. Sementara itu, pemblokiran hampir 80 rekening bertujuan untuk mengamankan aset dan mencegah aliran dana yang diduga berasal dari tindak pidana.
 
Kasus PT DSI sendiri sebelumnya telah mencatat kerugian yang sangat besar dan melibatkan ribuan korban. Pihak kepolisian memastikan akan terus bekerja maksimal untuk mengusut tuntas dan memulihkan kerugian negara maupun masyarakat yang menjadi korban.(Tomo-red)