Jakarta, WartaGlobal.Id – Pemerintah secara tegas memastikan bahwa kegiatan belajar mengajar (KBM) di seluruh jenjang pendidikan dasar hingga menengah tetap dilaksanakan secara tatap muka penuh tanpa skema daring. Kebijakan ini ditegaskan sebagai bentuk komitmen menjaga kualitas pendidikan nasional di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa tidak ada perubahan sistem pembelajaran di sekolah. Seluruh siswa SD, SMP, hingga SMA tetap mengikuti kegiatan belajar secara langsung di kelas selama lima hari dalam sepekan.
Menurutnya, stabilitas proses pendidikan menjadi prioritas pemerintah agar tidak terjadi penurunan kualitas pembelajaran seperti yang pernah terjadi pada masa pandemi. Ia menegaskan, kebijakan ini telah melalui berbagai pertimbangan lintas sektor, termasuk kesiapan infrastruktur pendidikan dan kondisi sosial masyarakat.
Selain sektor pendidikan, pemerintah juga membuka ruang aktivitas yang lebih luas di lingkungan sekolah. Kegiatan olahraga, perlombaan, hingga ekstrakurikuler lainnya dipastikan tetap berjalan tanpa pembatasan. Hal ini dinilai penting untuk mendukung perkembangan karakter dan kesehatan fisik siswa secara menyeluruh.
Sementara itu, untuk jenjang pendidikan tinggi, pemerintah memberikan fleksibilitas. Mahasiswa semester empat ke atas diperbolehkan menyesuaikan sistem perkuliahan dengan kebijakan yang diatur melalui surat edaran Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Pendekatan ini dinilai lebih adaptif terhadap kebutuhan akademik dan karakteristik pembelajaran di perguruan tinggi.
Di sisi lain, pemerintah mulai menerapkan kebijakan baru dalam sektor ketenagakerjaan sebagai bagian dari strategi nasional menghadapi tekanan global. Aparatur Sipil Negara (ASN) diwajibkan menjalani sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH) selama satu hari dalam sepekan, efektif mulai 1 April 2026.
Kebijakan ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan efisiensi kerja, tetapi juga sebagai langkah konkret penghematan energi nasional. Pemerintah turut mengimbau sektor swasta untuk mengadopsi pola kerja serupa guna menciptakan budaya kerja yang lebih fleksibel dan berbasis digital.
Airlangga menekankan bahwa transformasi budaya kerja ini merupakan langkah adaptif sekaligus preventif. Pemerintah ingin mendorong perubahan perilaku kerja yang lebih produktif, efisien, serta mampu merespons tantangan global secara cepat dan terukur.
Sumber di lingkungan pemerintah menyebutkan, keberhasilan kebijakan ini akan sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan di lapangan serta dukungan semua pihak, termasuk masyarakat dan dunia usaha.