Tokoh Dakwah dan Penulis Nasional Buya Ermas Andico Syamda Siapkan Lima Karya Buku Islam Terbaru 2026, Perpaduan Spiritualitas, Sastra, dan Pengalaman Berguru Ulama Besar. - Warta Global Indonesia

Mobile Menu

Top Ads

Dirgahayu RI
Memuat berita...

More News

logoblog

Tokoh Dakwah dan Penulis Nasional Buya Ermas Andico Syamda Siapkan Lima Karya Buku Islam Terbaru 2026, Perpaduan Spiritualitas, Sastra, dan Pengalaman Berguru Ulama Besar.

Saturday, April 18, 2026

Jakarta, WartaGlobal.Id Sosok Ir. Ermas Andico Syamda atau yang akrab disapa Buya Ermas kembali menjadi sorotan publik. Dikenal sebagai tokoh dakwah, aktivis, sekaligus pimpinan organisasi masyarakat nasional, Buya Ermas menunjukkan konsistensinya dalam menyebarkan nilai-nilai keislaman melalui karya tulis.

Sejak usia muda, Buya Ermas telah aktif menulis di berbagai platform media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram hingga TikTok. Aktivitas literasi tersebut menjadi fondasi kuat dalam membangun reputasinya sebagai penulis buku-buku tuntunan agama Islam yang menyentuh aspek spiritual dan kehidupan sehari-hari.

Dalam wawancara usai memberikan bimbingan dan motivasi kehidupan di sebuah kantor di Jakarta Barat, Buya Ermas mengungkapkan bahwa lima karya terbarunya akan segera diterbitkan pada tahun 2026. Karya tersebut meliputi tema dzikir, makrifat, sastra spiritual hingga tafsir keutamaan surat Al-Fatihah.

Kelima buku tersebut berjudul “Tuntunan Mengasah Kepekaan Spiritual Impian Sampai Kepada Allah”, “Zikir Qolbu Mengantar Manusia Kepada Tujuannya”, “Tuntunan Ajak Ber Ma’rifat Kepada Allah Sang Pemberi Hidayah”, “Sajak Spiritual dan Puisi Cinta”, serta “Mukjizat Surat Al-Fatihah”.

Buya Ermas bukan hanya dikenal sebagai dai yang ramah dan bersahaja, namun juga memiliki latar belakang keilmuan yang kuat. Ia merupakan murid dari sejumlah ulama besar Indonesia, di antaranya Buya Hamka, KH Mawardi Labay, Abah Anom Suryalaya, Buya Dimyati, hingga Abdurrahman Wahid.

Ia menegaskan bahwa sanad keilmuan yang dimilikinya diperoleh langsung dari para guru ketika mereka masih hidup, menjadikan ajaran yang disampaikan memiliki legitimasi spiritual yang kuat.

Selain berdakwah, Buya Ermas juga aktif di dunia bisnis dan dipercaya menjadi ikon di beberapa perusahaan nasional yang bergerak di bidang perdagangan global. Hal ini memperlihatkan perpaduan antara spiritualitas dan profesionalisme dalam kehidupannya.

Dalam setiap karya dan aktivitasnya, Buya Ermas tetap menjunjung tinggi prinsip kode etik dakwah dan penulisan, yakni menyampaikan kebenaran dengan hikmah, tidak menyesatkan informasi, serta mengedepankan nilai persatuan umat.

Salah satu sumber yang dekat dengan Buya Ermas menyampaikan bahwa karya-karya tersebut diharapkan menjadi panduan praktis bagi masyarakat dalam mendekatkan diri kepada Allah di tengah dinamika kehidupan modern.

“Karya Buya Ermas bukan sekadar tulisan, tetapi refleksi perjalanan spiritual yang panjang dan mendalam,” ujarnya. Red/*

Memuat konten...