JAKARTA, 12 Mei 2026
Enam hari menjelang pencanangan, pemerintah menegaskan arah baru pelindungan pekerja migran Indonesia. Titik awalnya bukan bandara, bukan KBRI, melainkan desa.
Gerakan Nasional Migran Aman resmi dicanangkan pada 18 Mei 2026. Acara akan disiarkan langsung melalui YouTube dan media sosial KP2MI. Tagline yang diusung tegas: Migran Aman, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju
Desa Jadi Benteng Pertama
Kementerian P2MI menyatakan, perlindungan PMI harus dimulai dari ruang-ruang kecil tempat keputusan keluarga diambil. Lewat program *Desa Migran Emas*, negara hadir untuk tiga hal:
Membangun kesadaran
calon pekerja migran soal risiko dan prosedur legal.
- *Memperkuat keluarga* agar tidak mudah terjebak bujuk rayu calo dan sindikat.
- *Memastikan keberangkatan aman*, terinformasi, dan terlindungi sejak awal.
Tanpa intervensi di level desa, kasus TPPO dan scam compound yang menjerat WNI di Kamboja, Myanmar, Laos, hingga Bali akan terus berulang. Data terbaru menunjukkan puluhan WNI masih terjebak tanpa paspor dan mengalami kekerasan fisik di luar negeri.
Pesan Tegas: Migrasi Aman Soal Martabat
KP2MI menegaskan, migrasi aman bukan sekadar soal bekerja di luar negeri. Ini soal menjaga martabat, harapan, dan masa depan anak bangsa. Negara tidak bisa lagi terlambat turun tangan setelah korban berjatuhan.
Publik diundang mengawal langsung pencanangan pada 18 Mei 2026. Siaran live tersedia di kanal YouTube dan media sosial resmi KP2MI.
Gerakan ini menjadi ujian: apakah negara benar-benar hadir sebelum pekerja migran berangkat, atau hanya reaktif setelah tragedi terjadi.
#KemenP2MI #MigranAman #DesaMigranEmas #18Mei2026