JAKARTA, 16 Mei 2026,WartaGlobal.id
Ekonom Salamuddin Daeng menyatakan Indonesia tidak memiliki utang negara dalam arti sebenarnya. Menurutnya, yang terjadi adalah piutang negara yang diubah menjadi utang pemerintah.
Pernyataan itu ia sampaikan dalam tulisan berjudul _Penegasan! Negara Tidak Punya Utang, Tapi Piutang Yang diubah Menjadi Utang_.
BLBI Jadi Titik Awal Perubahan
Daeng menyebut Bantuan Likuiditas Bank Indonesia pada 1997/1998 sebesar 6,5 kali APBN saat itu sebagai piutang negara. Ia menghitung nilai piutang tersebut kini seharusnya mencapai Rp24.000 triliun.
Ia menjelaskan perubahan status terjadi setelah BLBI diberikan. Saat itu dibuat UU Bank Indonesia yang menjadikan BI lembaga independen. Sebelumnya, pemerintah dan BI sama-sama berada dalam struktur negara. Setelah perubahan, BI diposisikan sebagai lembaga swasta di dalam negara.
Akibatnya, piutang negara berubah menjadi utang pemerintah kepada BI.
Dana BLBI Disebut Dibawa Keluar Negeri
Daeng menduga sebagian besar dana BLBI dibawa ke luar negeri. Sebagian disimpan dalam mata uang asing, sebagian lagi digunakan membeli aset obligor dengan harga murah.
Menurutnya, dana tersebut terus mengganggu keuangan nasional, menimbulkan ketidakpastian ekonomi, dan mengacaukan stabilitas politik. Ia menyebut uang yang liar dan gelap sebagai benda berbahaya.
Ia juga menyatakan sejak era reformasi tidak ada investasi asing riil yang masuk ke sektor keuangan Indonesia. Aliran dana asing yang masuk disebutnya sebagai uang orang Indonesia sendiri yang bolak-balik keluar masuk negeri dalam bentuk valuta asing untuk memperlemah rupiah dan meraih keuntungan besar.
SDA Digadaikan, Pemerintah Meminjam Uangnya Sendiri
Sebab kedua yang ia sebut adalah sumber daya alam yang digadaikan swasta kepada pasar. Setelah mendapat izin, konsesi, dan kontrak, SDA dijadikan jaminan utang oleh swasta.
Uang hasil gadai tanah dan SDA inilah yang kemudian dipinjam pemerintah. Dengan demikian, utang yang dipinjam negara kepada swasta sebenarnya berasal dari uang negara sendiri.
Daeng menyebut investasi swasta ke dalam surat utang negara berasal dari negara tempat pelarian uang BLBI. Karena itu, keuntungan investasi di Indonesia disebutnya selalu kembali ke luar negeri dalam bentuk bunga, transfer keuntungan, bahkan pembayaran pajak.
Ia menyimpulkan negara meminjam uangnya sendiri, lalu membayar imbal hasil ke luar negeri.
#EkonomiIndonesia #BLBI #UtangNegara #SalamuddinDaeng #SumberDayaAlam