TANYAKAN MANFAAT MBG DI DEPAN BURUH MONAS, PRABOWO DISAHUT TERIAKAN "TIDAK" - Warta Global Indonesia

Mobile Menu

Top Ads

Dirgahayu RI
Memuat berita...

More News

logoblog

TANYAKAN MANFAAT MBG DI DEPAN BURUH MONAS, PRABOWO DISAHUT TERIAKAN "TIDAK"

Saturday, May 2, 2026

 


JAKARTA Warta Global.id
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyinggung program unggulan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), saat menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026).
 
Dalam pidatonya, Prabowo sempat melemparkan pertanyaan langsung kepada ribuan buruh yang hadir untuk menanggapi efektivitas program tersebut.
 
“Saya bertanya kepada saudara-saudara, MBG bermanfaat atau tidak?” tanyanya
 
Pertanyaan itu langsung disambut riuh oleh massa. Namun, respons yang muncul tidak seragam. Sebagian terdengar mengiyakan, namun suara yang lebih vokal dan menggema justru adalah teriakan “TIDAK!”. Suasana di lokasi sempat terhenti sejenak akibat sahutan yang keras tersebut.
 
Alih-alih menghentikan pembahasan, Prabowo justru melanjutkan pidatonya dengan nada yang lebih argumentatif untuk menjelaskan visi di balik program tersebut, seolah hendak menetralisir suasana dan merebut kembali arah narasi.
 
Ia menegaskan bahwa MBG bukan sekadar kebijakan populis, melainkan intervensi strategis untuk masa depan generasi bangsa.
 
“MBG itu sangat penting untuk anak-anak kita. Banyak anak-anak kita yang masih mengalami kurang gizi, badannya kecil, selnya tidak berkembang optimal. Potensi mereka terhambat sejak dini,” ujar Prabowo.
 
Menurutnya, program ini hadir sebagai jawaban atas persoalan gizi yang masih menjadi tantangan di Indonesia. Ia juga menyoroti dampak ekonomi yang akan ditimbulkan dari kebijakan tersebut.
 
“Rakyat butuh telur, daging, susu, sayur, ikan. Dengan adanya permintaan ini, ekonomi kita hidup dari hulu ke hilir. Petani, peternak, hingga pelaku distribusi akan merasakan manfaatnya. Uang beredar, desa bergerak, dan negara menjadi lebih kuat,” tambahnya.
 
Respons beragam dari para buruh tersebut mencerminkan kegelisahan dan pandangan yang berbeda di lapangan terkait implementasi program ini. Namun, Presiden tetap menekankan komitmen pemerintah untuk terus menjalankan kebijakan yang dinilainya penting bagi kesejahteraan dan kemajuan bangsa.(Tom-red)