I Wayan Koster Gubernur Propinsi Bali Paparkan Masa Denpan Parawisata Bali di Hadapan BKSAP DPR RI - Warta Global Indonesia

Mobile Menu

Top Ads

Dirgahayu RI
Memuat berita...

More News

logoblog

I Wayan Koster Gubernur Propinsi Bali Paparkan Masa Denpan Parawisata Bali di Hadapan BKSAP DPR RI

Saturday, June 20, 2026

Denpasar, 20 Juni 2026 – Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan kerja Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI di Gedung Kerta Sabha, Denpasar, Jumat (19/6). Rombongan dipimpin Wakil Ketua BKSAP Bramantyo Suwondo dan Irine Yusiana Roba Putri, dengan tema “Diplomasi Parlemen untuk Transformasi Pariwisata Bali Berkelanjutan, Berkualitas, dan Berdaya Saing Global”.

 Koster menjelaskan ekonomi Bali anjlok -9,3% pada 2020 dan -2,46% pada 2021 akibat pandemi, saat wisatawan asing turun drastis hingga hanya 500 orang sehari. Pemulihan berjalan bertahap, tumbuh positif sejak 2022 hingga mencapai 5,82% pada 2025. Tahun itu tercatat 7,05 juta wisatawan mancanegara dan 9,2 juta domestik, total 16,3 juta orang — jauh melampaui jumlah penduduk sekitar 4,4 juta jiwa.

 Devisa dari wisatawan asing mencapai Rp 176 triliun, dengan pengeluaran rata‑rata US$1.522 per orang. Bali menyumbang 45,8% kunjungan wisatawan asing nasional. Dampak ekonomi terasa merata, didukung indikator sosial baik: kemiskinan 3,42%, pengangguran 1,45%, dan stunting 8,7%.

 Di sisi lain, muncul tantangan sampah, kemacetan, tekanan lingkungan, air bersih, serta pelanggaran WNA dan usaha tanpa izin di platform digital. Pemprov Bali bertindak tegas bersama aparat terkait, termasuk deportasi bagi yang melanggar aturan.Ke depan, pariwisata diarahkan berbasis budaya dan bermartabat, menolak pariwisata massal. Pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi 1.200 ton/hari dipercepat, ditargetkan tuntas dan memberi dampak nyata pada 2028, didukung perbaikan infrastruktur transportasi nasional.

 Wakil Ketua BKSAP Bramantyo Suwondo mengapresiasi langkah ini dan menegaskan siap mendukung lewat diplomasi parlemen dengan jaringan 102 negara, mempromosikan Bali kepada wisatawan berkualitas. Ia sepakat bahwa nilai tambah ekonomi dan pelestarian budaya‑lingkungan lebih penting daripada sekadar mengejar jumlah kedatangan.