Kalah Malu Tuai Kontroversi ! Kemhan Pulangkan 32 Peserta Hamil dari Latsar Kopdes Merah Putih dengan Jaminan Tetap Lolos - Warta Global Indonesia

Mobile Menu

Top Ads

Dirgahayu RI
Memuat berita...

More News

logoblog

Kalah Malu Tuai Kontroversi ! Kemhan Pulangkan 32 Peserta Hamil dari Latsar Kopdes Merah Putih dengan Jaminan Tetap Lolos

Sunday, June 28, 2026


JAKARTA –WartaGlobal.Id
 Kemhan memulangkan 32 peserta hamil dari Latsarmil calon manajer Kopdes Merah Putih demi alasan keselamatan. Kepala BPSDM Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, menjelaskan hal ini terjadi karena tidak adanya batasan kehamilan pada seleksi awal.Kebijakan ini menjamin keamanan status peserta untuk mengikuti diklat di gelombang berikutnya. Polemik muncul terkait evaluasi seleksi fisik dan kebutuhan kompetensi manajerial.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) resmi memulangkan 32 peserta hamil dari Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Langkah ini diambil atas dasar kemanusiaan dan keselamatan kesehatan peserta. 

Pemerintah memastikan status kelulusan mereka tidak dibatalkan; hak mereka tetap aman melalui sistem talent pool untuk melanjutkan pelatihan pada gelombang berikutnya setelah kondisi fisik memungkinkan.

Berikut adalah rincian berita dan fakta terbaru terkait polemik ini:Kronologi Kejadian dan Kebijakan KemhanPenyebab Lolos Seleksi: Kepala BPSDM Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, menjelaskan bahwa pada tahap awal seleksi tidak ada pembatasan khusus atau larangan tertulis bagi peserta yang sedang hamil. 

Alhasil, 32 ibu hamil tersebut lolos asesmen awal dan sempat mengikuti rangkaian pembukaan latsar.Dipulangkan dengan Hormat: Setelah melihat dinamika lapangan dan mempertimbangkan risiko medis, panitia memutuskan memulangkan mereka.

Jaminan Kelulusan: 
Kemhan menegaskan hak mereka menjadi manajer tidak hangus. Mereka tetap dianggap memenuhi syarat dan akan dijadwalkan ulang mengikuti diklat manajerial non-fisik pada batch berikutnya. Kebijakan serupa juga diberikan bagi satu peserta yang baru saja melahirkan.

Yang sangat disayangkan kenapa setelah tragedi 5 tewas baru peka.
Awal pemeriksaan tidak di evaluasi dengan baik
Atau seleksi.
Padahal pasti ada test kesehatan dan lain-lain.

Cibiran publik menambah panjang kurangnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintahan Prabowo saat ini.