
DENPASAR, WartaGlobal.Id — Bali kembali menjadi ruang pertemuan internasional bagi kepolisian dari berbagai negara. International Association of Women Police (IAWP) 2026 menjadi momentum penting bagi Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk memperkuat kerja sama kepolisian internasional, khususnya dalam isu kepolisian perempuan, profesionalisme, kepemimpinan, serta pengembangan sumber daya manusia.
Dalam penyelenggaraan IAWP 2026 di Bali, salah satu sosok yang memiliki peran strategis dalam kepanitiaan adalah Kombes Pol Dr. Ary Fadli, S.I.K., M.H., M.Si., selaku Kabaggassus Birobinkar SSDM Polri sekaligus Wakil Ketua Panitia IAWP 2026.
Posisi tersebut menempatkan Ary Fadli pada bagian penting dalam memastikan penyelenggaraan forum internasional tersebut berjalan secara terkoordinasi, profesional, dan memenuhi standar penyelenggaraan kegiatan kepolisian berskala internasional.
IAWP sendiri merupakan forum yang mempertemukan polisi perempuan dan para profesional kepolisian dari berbagai negara. Forum tersebut menjadi ruang pertukaran pengalaman mengenai kepemimpinan, pengembangan karier, inovasi kepolisian, perlindungan masyarakat, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia kepolisian.
Bali dan Diplomasi Kepolisian
Pemilihan Bali sebagai lokasi IAWP 2026 sekaligus memperlihatkan kapasitas Indonesia dalam menjadi tuan rumah agenda kepolisian internasional.
Bali tidak hanya memiliki posisi sebagai destinasi pariwisata dunia, tetapi juga menjadi salah satu pintu diplomasi Indonesia dalam membangun hubungan antarlembaga penegak hukum dari berbagai negara.
Dalam konteks tersebut, keberadaan panitia yang memiliki pengalaman di bidang pembinaan karier dan sumber daya manusia kepolisian menjadi bagian penting. Peran SSDM Polri tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi berkaitan dengan bagaimana institusi kepolisian membangun profesionalisme personel serta mempersiapkan sumber daya manusia menghadapi perkembangan tantangan keamanan.
Kehadiran Ary Fadli sebagai Wakil Ketua Panitia IAWP 2026 menjadi bagian dari kerja kelembagaan tersebut.
Bukan Sekadar Agenda Seremonial
IAWP 2026 di Bali tidak semestinya dipandang hanya sebagai agenda konferensi internasional. Forum ini memiliki dimensi strategis karena mempertemukan pengalaman kepolisian dari berbagai yurisdiksi.
Pertukaran pengalaman tersebut dapat membuka ruang pembelajaran mengenai bagaimana institusi kepolisian di berbagai negara mengembangkan kepemimpinan perempuan, meningkatkan kompetensi personel, membangun organisasi yang inklusif, serta merespons perubahan karakter kejahatan dan tuntutan masyarakat.
Di tengah perkembangan teknologi, mobilitas manusia yang semakin tinggi, kejahatan lintas negara, serta meningkatnya kebutuhan terhadap pelayanan publik yang profesional, penguatan kapasitas kepolisian menjadi isu yang tidak mengenal batas wilayah.
Karena itu, forum seperti IAWP memiliki relevansi lebih luas daripada sekadar pertemuan antaranggota kepolisian.
Peran Panitia Menentukan Kualitas Forum
Sebagai Wakil Ketua Panitia, Ary Fadli berada dalam struktur penyelenggaraan yang menuntut koordinasi lintas bidang.
Kesuksesan sebuah agenda internasional bukan hanya ditentukan oleh substansi forum, tetapi juga oleh kesiapan organisasi, koordinasi antarpihak, pelayanan terhadap delegasi, keamanan, protokol, serta kemampuan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung sesuai standar yang telah ditetapkan.
Dalam perspektif jurnalistik, aspek tersebut menjadi penting karena penyelenggaraan IAWP 2026 juga membawa nama Indonesia di hadapan komunitas kepolisian internasional.
Dengan demikian, kualitas penyelenggaraan menjadi bagian dari representasi profesionalisme institusi.
Perempuan, Kepemimpinan dan Masa Depan Kepolisian
Salah satu pesan strategis yang melekat pada penyelenggaraan IAWP adalah semakin pentingnya kontribusi perempuan dalam institusi kepolisian.
Perempuan dalam kepolisian tidak semata ditempatkan sebagai representasi gender, tetapi sebagai bagian dari kapasitas organisasi dalam menjalankan fungsi penegakan hukum, pelayanan masyarakat, perlindungan kelompok rentan, hingga kepemimpinan.
Forum internasional semacam IAWP memberikan ruang bagi pengalaman tersebut untuk dipertukarkan secara terbuka.
Bagi Indonesia, momentum ini sekaligus menjadi kesempatan untuk memperlihatkan perkembangan institusi Polri dalam membangun sumber daya manusia yang profesional serta membuka ruang pengembangan karier berdasarkan kompetensi.
Catatan Jurnalis
IAWP 2026 di Bali menjadi lebih dari sekadar kalender kegiatan internasional. Di balik panggung forum tersebut terdapat kerja organisasi, koordinasi, sumber daya manusia, dan tanggung jawab kelembagaan yang menentukan wajah Indonesia di mata komunitas kepolisian dunia.
Peran Kombes Pol Dr. Ary Fadli, S.I.K., M.H., M.Si. sebagai Kabaggassus Birobinkar SSDM Polri dan Wakil Ketua Panitia IAWP 2026 menjadi salah satu bagian dari kerja tersebut.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah forum internasional bukan hanya seberapa besar acaranya berlangsung, tetapi seberapa jauh pertemuan itu menghasilkan pertukaran pengetahuan, jejaring kerja sama, dan gagasan yang dapat diterjemahkan menjadi penguatan profesionalisme kepolisian.
Bali menjadi panggungnya. Profesionalisme kepolisian menjadi pesan yang dibawa. Dan IAWP 2026 menjadi ruang untuk mempertemukan pengalaman kepolisian dari berbagai penjuru dunia.
Netti, Jurnalis Indonesia
.jpg)