
Denpasar Bali 2/11/2025, WartaGlobal. Id
Menghadapi tantangan keimigrasian yang semakin kompleks di Bali, mulai dari maraknya nomaden digital hingga eksodus warga asing dari zona konflik geopolitik, Direktorat Jenderal Imigrasi menggandeng Universitas Udayana (Unud) membentuk pusat kebijakan bernama Indonesian Immigration Policy and Analysis Center (IMPACT).Penandatanganan kerja sama oleh Plt. Direktur Jenderal Imigrasi yang diwakili Direktur Visa dan Dokumen Perjalanan, Eko Budianto, bersama Rektor Unud, I Ketut Sudarsana, pada Selasa (2/12/2025) di Aula Theatre Lecture Building Unud menjadi tonggak penting integrasi akademik dan praktik dalam menangani isu-isu keimigrasian yang berdampak luas.IMPACT hadir sebagai pusat riset kolaboratif yang menjembatani kebutuhan data dan analisis Imigrasi dengan kajian hukum dan ekonomi mendalam.
Fokusnya tak hanya membawa imigrasi Bali dari sekadar penjaga keamanan menjadi mitra strategis pembangunan berkelanjutan dan pelindung kedaulatan ekonomi dan budaya lokal.Dalam sambutannya, Yuldi Yusman, Plt. Dirjen Imigrasi, menegaskan pentingnya kebijakan selektif berbasis bukti untuk mengatasi penyalahgunaan visa, praktik nominee dalam investasi asing, dan penanganan eksodus warga dari wilayah konflik seperti Rusia dan Ukraina. “Imigrasi Bali harus bertransformasi menjadi benteng kedaulatan yang cerdas dan adaptif,” katanya.
Tak hanya riset, Unud berkomitmen mengintegrasikan isu keimigrasian ke dalam kurikulum pendidikan hukum dengan pembentukan mata kuliah wajib Hukum Keimigrasian di Program Studi Magister Hukum.
Kolaborasi juga meliputi pengajar praktisi dari Imigrasi, beasiswa S2 dan S3 khusus, serta program edukasi anti-nominee yang melibatkan mahasiswa secara langsung.Angka kunjungan orang asing yang berpotensi mencapai 7 juta di akhir 2025 menuntut perhatian serius. Penegakan hukum digital melalui patroli siber yang melibatkan mahasiswa menjadi strategi inovatif mengawasi kegiatan ilegal seperti bisnis abu-abu yang dilakukan nomaden digital.IMPACT diharapkan menjadi pusat kebijakan yang tak hanya responsif terhadap perubahan global, tapi juga menjaga nilai dan kedaulatan Bali sebagai destinasi wisata berbudaya.
Kolaborasi antara Imigrasi dan perguruan tinggi ini menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintahan dan akademisi dalam merespons isu-isu keimigrasian secara komprehensif.