Pahang, WartaGlobal.id - Cuaca panas dan kering yang melanda negara bagian Pahang, Malaysia, mendapat perhatian serius dari Sultan Pahang, Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah. Melalui pernyataan resmi di laman Facebook Kesultanan Pahang, Sultan mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan demi mencegah dampak buruk yang lebih luas.
Dalam keterangannya, Sultan menyoroti kenaikan suhu yang signifikan serta meningkatnya risiko kebakaran di wilayah dengan kondisi lingkungan yang kering. Ia meminta masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan memastikan asupan cairan yang cukup serta mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama pada siang hari saat suhu mencapai puncaknya.
Perhatian khusus juga ditujukan kepada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta individu dengan kondisi kesehatan tertentu. Mereka diminta untuk lebih berhati-hati guna menghindari gangguan kesehatan akibat paparan panas ekstrem.
Selain itu, Sultan Abdullah secara tegas mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran terbuka dalam bentuk apa pun, termasuk membakar sampah, daun kering, maupun limbah kebun. Praktik tersebut dinilai berpotensi memicu kebakaran tak terkendali serta memperburuk kualitas udara melalui kabut asap.
Ia juga menekankan pentingnya tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan. Dalam situasi ini, peran aktif masyarakat dinilai krusial, termasuk segera melaporkan kejadian kebakaran atau aktivitas pembakaran terbuka kepada pihak berwenang.
Sultan turut mendesak pemerintah daerah untuk meningkatkan pengawasan serta mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran yang terjadi. Upaya ini dinilai penting untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga selama musim kemarau berlangsung.
“Keselamatan masyarakat adalah tanggung jawab bersama. Kewaspadaan dan tindakan pencegahan harus menjadi prioritas utama,” ujar Sultan dalam pernyataannya. Red/Isbat