Trump Klaim Pembicaraan Positif dengan Iran, Serangan Pembangkit Listrik Ditunda Sementara di Tengah Ketegangan Hormuz yang Memanas. - Warta Global Indonesia

Mobile Menu

Top Ads

Dirgahayu RI
🎉Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah banjir dan longsor di Sumatra. Semoga keluarga korban diberi ketabahan dan kekuatan. 🎉

More News

logoblog

Trump Klaim Pembicaraan Positif dengan Iran, Serangan Pembangkit Listrik Ditunda Sementara di Tengah Ketegangan Hormuz yang Memanas.

Monday, March 23, 2026
Trump menunda serangan terhadap sektor energi Iran. (Foto AP)

Washington, WartaGlobal.id - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim telah melakukan pembicaraan yang “baik dan produktif” dengan Iran di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Pernyataan tersebut menandai perubahan nada setelah sebelumnya Washington mengancam akan menyerang infrastruktur energi Teheran.

Menurut pernyataan terbaru, Trump memutuskan untuk menunda rencana serangan terhadap pembangkit listrik Iran untuk sementara waktu. Penundaan ini disebut sebagai langkah memberi ruang bagi kelanjutan dialog yang tengah berlangsung antara kedua pihak.

Sebelumnya, situasi memanas setelah Amerika Serikat mengeluarkan ultimatum agar Iran segera membuka kembali Selat Hormuz jalur vital bagi sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Jika tidak dipatuhi dalam waktu 48 jam, Washington mengancam akan menghancurkan fasilitas energi utama Iran. (Axios)

Ancaman tersebut langsung memicu respons keras dari Teheran. Iran memperingatkan akan melakukan pembalasan besar-besaran, termasuk kemungkinan menutup total Selat Hormuz dan menyerang infrastruktur energi di kawasan jika serangan benar-benar dilakukan. (Reuters)

Namun, perkembangan terbaru menunjukkan adanya celah diplomasi. Trump menyebut pembicaraan yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir membuka peluang penyelesaian konflik secara lebih damai, meski belum ada kesepakatan konkret yang diumumkan.

Di sisi lain, analis menilai langkah penundaan ini bukan semata-mata sinyal de-eskalasi, melainkan bagian dari strategi tekanan diplomatik yang lebih luas. Ketegangan di kawasan masih tinggi, terutama karena konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan sekutu-sekutunya belum menunjukkan tanda mereda sepenuhnya.

Selat Hormuz sendiri tetap menjadi titik krusial yang menentukan stabilitas energi global. Gangguan di jalur ini telah memicu lonjakan harga minyak dan kekhawatiran pasar internasional.

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Iran terkait isi pembicaraan terbaru tersebut. Perkembangan situasi diperkirakan akan terus berubah dalam beberapa hari ke depan seiring berlanjutnya komunikasi kedua negara.

Red/Kapita