Pokrovsk, WartaGlobal.id – Teknologi militer kembali mengalami lompatan signifikan setelah Korps Serangan Udara ke-7 Ukraina merilis rekaman penggunaan eksoskeleton di medan perang. Video tersebut memperlihatkan dua prajurit mengangkut dan memuat amunisi artileri ke howitzer swa-gerak CAESAR buatan Prancis dengan bantuan perangkat mekanis yang dikenakan pada tubuh.
Dalam keterangan resmi, korps menyebutkan bahwa uji coba ini menjadi yang pertama dilakukan dalam kondisi tempur aktif, khususnya di garis depan Pokrovsk. Eksoskeleton tersebut dirancang untuk mengurangi beban fisik hingga 30 persen, sekaligus meningkatkan kecepatan gerak prajurit saat membawa logistik berat.
Perangkat ini dikenakan di bagian pinggang dan kaki, dengan rangka yang melingkar dari punggung hingga ke lutut. Dilengkapi dua aktuator di bagian pinggul, alat tersebut berfungsi sebagai engsel yang membantu distribusi beban secara lebih efisien. Bahkan, teknologi ini disebut mampu mendukung mobilitas hingga kecepatan 12 mil per jam dengan jarak tempuh sekitar 10 mil.
Kolonel Vitalii Serdiuk, Wakil Komandan Korps, mengungkapkan bahwa beban kerja prajurit artileri selama ini sangat tinggi. Dalam satu hari, mereka bisa mengangkut 15 hingga 30 peluru, masing-masing berbobot sekitar 50 kilogram. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kelelahan hingga cedera fisik.
“Eksoskeleton ini menjadi solusi untuk menjaga daya tahan tempur sekaligus mengurangi tekanan pada otot kaki dan tulang belakang,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Menariknya, perangkat ini memiliki bobot relatif ringan, sekitar 4,4 pon, serta dapat dilipat sehingga mudah dibawa. Teknologi yang disematkan juga mencakup kecerdasan buatan yang mampu menyesuaikan beban secara real-time, dengan hingga 10 mode operasional berbeda.
Langkah Ukraina ini menandai babak baru dalam pemanfaatan teknologi wearable di medan tempur. Sebelumnya, Amerika Serikat juga mengembangkan sistem serupa seperti SABER dan ONYX, meski belum menjadi perlengkapan standar militer.
Uji coba ini sekaligus membuka peluang transformasi cara bertempur modern, di mana kekuatan manusia mulai diperkuat oleh integrasi mesin. Namun demikian, efektivitas jangka panjang dan dampaknya terhadap dinamika perang masih menjadi pertanyaan yang terus diuji di garis depan konflik.
Sumber militer Ukraina menyebut, pengujian ini masih bersifat terbatas dan akan terus dievaluasi sebelum diproduksi secara massal. Red