YOGYAKARTA, WartaGlobal. Id
Banyak yang berangkat jadi Pekerja Migran Indonesia dengan satu tujuan: bertahan hidup. Tapi Dwi Tantri membuktikan, merantau bisa jadi batu loncatan untuk mengubah hidup.
Semua berawal 12 tahun lalu. Tantri nekat merantau ke Taiwan dan bekerja sebagai perawat lansia. Bukan sebentar. Ia bertahan 12 tahun di majikan yang sama. Rahasianya bukan keberuntungan, tapi kerja keras, inisiatif tinggi, dan tanggung jawab penuh pada pekerjaan.
Tidak Cuma Kerja, Tapi Bangun Dampak
Selama di Taiwan, waktu luang Tantri tidak habis untuk istirahat. Ia aktif membantu sesama PMI yang bermasalah. Dari menangani kasus, mendirikan komunitas, sampai mengajar keterampilan untuk bekal teman-teman seperantauan.
Tantri juga belajar bahasa Mandarin secara mandiri. Kemampuan itu membuatnya dikenal sebagai sosok andalan. Banyak pekerja migran yang kesulitan datang minta tolong, dan Tantri selalu buka tangan.
Pulang Bawa Perubahan
Kini setelah kembali ke Indonesia, hidup Tantri berbalik 180 derajat. Dari mantan PMI, ia kini dipercaya menjadi pimpinan LPK. Ilmunya selama di Taiwan ia tularkan untuk melatih calon pekerja migran agar lebih siap dan terlindungi.
Tak berhenti di situ. Tantri juga aktif di kegiatan desa dan mendampingi suaminya yang menjabat sebagai kepala desa. Dari merawat lansia di negeri orang, ia kini merawat kemajuan kampung halamannya.
Kisah Dwi Tantri jadi bukti: kerja di luar negeri bukan cuma soal kirim uang. Jika dijalani dengan tekad, keberanian, dan kepedulian, merantau bisa jadi awal untuk membangun masa depan yang lebih besar. Bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk banyak orang.
#PMI #SuksesPMI #Taiwan #Inspirasi #LPK #DwiTantri #PekerjaMigran