PERANG JALAN, DIPLOMASI TETAP JALAN:  KAMBOJA DEPORTASI 635 WARGA THAILAND LEWAT POIPET - Warta Global Indonesia

Mobile Menu

Top Ads

Dirgahayu RI
Memuat berita...

More News

logoblog

PERANG JALAN, DIPLOMASI TETAP JALAN:  KAMBOJA DEPORTASI 635 WARGA THAILAND LEWAT POIPET

Monday, May 4, 2026


POIPET Kamboja, WartaGlobal. Id
 Meski ketegangan di perbatasan memanas, jalur diplomasi Kamboja-Thailand terbukti masih hidup. Buktinya: 635 warga Thailand dipulangkan resmi oleh otoritas Kamboja Rabu (30/4/2026) pukul 14:30 lewat Gerbang Internasional Poipet.

Operasi Gabungan, Bukan Penangkapan Liar  
Kantor Polisi Gerbang Perbatasan Internasional Poipet bergerak bersama Departemen Deportasi Provinsi Siem Reap dan Kepolisian Provinsi Banteay Meanchey. Targetnya jelas: warga negara asing yang masuk dan bekerja ilegal.

Hasilnya: 635 WNA Thailand dideportasi, termasuk 360 wanita. Mereka terbukti melintasi perbatasan tanpa dokumen dan bekerja tanpa izin resmi di wilayah Kamboja.

Serah Terima di Gerbang, Bukan di Medan Perang  
Proses pemulangan dilakukan prosedural. Ada pertemuan resmi antara pejabat Kota Poipet dan otoritas Thailand di gerbang perbatasan. Kamboja menyerahkan, Thailand menerima. Tertib, tanpa insiden.

Ini menegaskan satu hal: *hukum imigrasi tetap tegak meski situasi politik memanas*. Tidak ada penghakiman massa. Tidak ada kekerasan. Yang ada penegakan UU Keimigrasian Kamboja.

Sinyal Kuat Hubungan Bilateral 
Deportasi massal biasanya memicu friksi diplomatik. Tapi kasus Poipet ini justru kebalikannya. Kedua negara tunjukkan koordinasi erat. Kamboja jalankan hukum, Thailand jemput warganya.

Pesan yang dikirim ke dunia: *kedaulatan dan kemanusiaan bisa jalan beriringan*. Perang boleh berkecamuk di titik tertentu, tapi pintu dialog dan kerja sama hukum tetap terbuka di Poipet.

Langkah ini juga jadi peringatan keras bagi WNA yang coba kerja ilegal. Masuk tanpa izin = pulang lewat jalur deportasi. Titik.Netti/*

#HukumInternasional #Imigrasi #KambojaThailand #Poipet #Deportasi #HubunganBilateral