Makassar Indonesia, WartaGlobal. Id
Kontroversi melanda seleksi Paskibraka Sulawesi Selatan 2026 setelah nama Cathlyn Yvaine Lesmana tiba-tiba dicoret dari daftar tim nasional, meski sebelumnya menempati peringkat tiga pada pengumuman tingkat provinsi. Kasus yang mencuat di media sosial pada 25 Mei 2026 itu memicu tudingan adanya unsur rasisme dan desakan publik agar panitia memberi klarifikasi terbuka.
Kronologi pencoretan
Berdasarkan informasi yang beredar, Cathlyn lolos seleksi tingkat Kota Makassar dengan nilai tinggi sebelum 24 Mei 2026. Ia kemudian masuk tiga besar dalam pengumuman seleksi provinsi yang dirilis pada 24 Mei.
Namun pada malam hari yang sama, informasi mengenai pencoretan nama Cathlyn dari daftar tim nasional beredar tanpa disertai penjelasan resmi kepada peserta. Keesokan harinya, 25 Mei, kasus tersebut viral di platform X dan Instagram. Akun @nelangit3908 dan sejumlah unggahan lain menuding adanya tindakan rasisme, disertai tagar dan pesan dukungan dengan slogan “Cantik, Berprestasi, Tapi Dicoret”.
Gelombang tuntutan transparansi
Unggahan tersebut memicu ribuan komentar dari warganet. Mayoritas meminta panitia seleksi Paskibraka Sulsel menjelaskan alasan pencoretan. Kekhawatiran yang muncul adalah kemungkinan faktor non-teknis, termasuk isu SARA, mengalahkan prestasi peserta.
Kelompok masyarakat sipil dan aktivis pemuda turut menyuarakan tuntutan serupa. Mereka meminta tiga hal: pernyataan resmi panitia yang memuat alasan dan dasar administrasi pencoretan, keterbukaan kriteria penilaian dan proses perubahan daftar peserta, serta dibukanya mekanisme banding atau audit independen bagi peserta yang merasa dirugikan.
Panitia belum bersuara
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari panitia seleksi Paskibraka Sulawesi Selatan terkait kasus tersebut. Redaksi menerima kronologi awal dari sumber peserta dan jejak unggahan viral, namun belum dapat memverifikasi secara independen alasan di balik keputusan panitia.
Untuk memastikan akurasi, langkah verifikasi yang perlu dilakukan meliputi permintaan salinan daftar peserta sebelum dan sesudah perubahan, notulen rapat atau surat keputusan panitia, serta wawancara dengan pihak panitia, pengurus Paskibraka provinsi, dan jika diperlukan, Kementerian Pemuda dan Olahraga. Konfirmasi juga perlu dimintakan kepada keluarga atau perwakilan Cathlyn terkait komunikasi yang mereka terima.
Risiko terhadap kepercayaan publik
Pencoretan peserta tanpa penjelasan publik berpotensi mengikis kepercayaan terhadap integritas seleksi institusi kenegaraan. Tuduhan rasisme, meski belum terkonfirmasi, merupakan isu sensitif yang dapat memicu reaksi luas.
Pakar kebijakan publik menilai permintaan transparansi dan audit dalam kasus ini wajar, mengingat Paskibraka adalah program nasional yang melibatkan seleksi ketat dan dana publik. Netti/*
@Hingga ada klarifikasi resmi, publik menunggu jawaban atas satu pertanyaan: apa dasar objektif yang membuat peserta peringkat tiga besar dicoret dari tim nasional Paskibraka Sulsel 2026?
