DARI TEKNIK ELEKTRO KE PUNCAK PERBANKAN: MELIZA MUSA RUSLI DAN CARA SEORANG IBU MEMBANGUN BANK YANG MANUSIAWI - Warta Global Indonesia

Mobile Menu

IKLAN GAMBAR

ADS

Memuat berita...

More News

logoblog

DARI TEKNIK ELEKTRO KE PUNCAK PERBANKAN: MELIZA MUSA RUSLI DAN CARA SEORANG IBU MEMBANGUN BANK YANG MANUSIAWI

Thursday, November 5, 2026
Poto Istimewa 

Jakarta - WartaGlobal Id.

Jika Anda membayangkan Direktur Utama bank besar sebagai sosok kaku yang hanya bicara soal angka, Meliza Musa Rusli akan mematahkan bayangan itu dalam 5 menit pertama.

Perempuan yang kini memimpin Permata Bank ini memulai kariernya bukan dari perbankan. Ia memulai dari technical sales di IBM.Lalu menembus dunia investment banking paling keras di dunia: *Lehman Brothers, UBS, hingga Credit Suisse.* Dan kemudian menjadi Presiden Direktur Goldman Sachs Indonesia — posisi yang tidak banyak dipegang perempuan Indonesia. d385

Latar pendidikannya pun tidak biasa untuk seorang bankir. Ia adalah lulusan Teknik Elektro Universitas Indonesia dengan predikat summa cum laude, lalu mengambil MBA di University of Melbourne. d385

Insinyur yang jatuh cinta pada finance. Ibu yang memimpin bank. Itu bukan gimmick. Itu yang membentuk cara ia memimpin.

ANGKA YANG BICARA: Rp3,6 TRILIUN

Di bawah kepemimpinan Meliza, Permata Bank menutup 2025 dengan kinerja yang solid: laba bersih Rp3,6 triliun, pendapatan Rp12,6 triliun, aset Rp268,3 triliun, dan kredit Rp163,3 triliun. d385

Permata Bank juga membagikan dividen Rp35 per saham dari laba 2025, total sekitar Rp1,266 triliun kepada pemegang saham. 19f2

Tapi Meliza tidak berhenti di angka. Di tangannya, Permata Bank mendorong kredit hijau hingga 18,3% dari total portofolio per Februari 2026, dengan total kredit hijau Rp30,1 triliun pada Desember 2025 yang tumbuh 33% year-on-year. 2dfa

Baginya, bank bukan hanya tempat menyimpan uang. Bank adalah alat untuk membangun Indonesia yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

INOVASI YANG BERMUARA PADA MANUSIA

Kalimat yang ia ucapkan dalam sapaannya hari ini adalah kunci kepemimpinannya:

 "Saya percaya inovasi finansial terbaik selalu bermuara pada manusia."

Itu terlihat dari arah Permata Bank: memperkuat Permata ME untuk nasabah ritel, Permata eBusiness untuk pelaku usaha, hingga layanan yang dirancang untuk kebutuhan lintas generasi — dari individual, bisnis, hingga keluarga. 4ccf

Meliza sering menekankan satu hal: Bank yang tumbuh bersama nasabah, bukan bank yang tumbuh di atas nasabah.

 "Kami ingin membangun Bank yang tumbuh bersama nasabah serta memperdalam hubungan jangka panjang melalui layanan yang relevan, dengan menjadi bank pilihan dan utama untuk memenuhi kebutuhan layanan perbankan sehari-hari, baik untuk individual, bisnis, dan keluarga lintas generasi," kata Meliza. 19f2

IBU, INSINYUR, DAN PEMIMPIN PEREMPUAN

Pada April 2026, Meliza meraih penghargaan *The Great Achievers Women 2026* dalam ajang Infobank 500 Most Outstanding Women 2026. d385

Penghargaan itu penting bukan karena pialanya. Tapi karena pesan yang dibawanya: Perempuan bisa memimpin di industri yang paling maskulin, tanpa kehilangan sisi manusianya.

Sebagai ibu, ia memahami bahwa inklusi keuangan bukan soal aplikasi canggih. Inklusi keuangan adalah soal seorang ibu di Denpasar yang bisa membuka rekening untuk anaknya tanpa takut biaya, seorang UMKM di Solo yang bisa dapat modal tanpa riba tersembunyi, seorang mahasiswa yang bisa belajar literasi keuangan tanpa merasa bodoh.

Itulah mengapa ia ingin berdiskusi hangat di platform ini. Bukan untuk menggurui. Tapi untuk mendengar.

APA YANG BISA KITA PELAJARI DARI MELIZA?

1. Jangan takut pindah jalur. Dari teknik ke finance, dari IBM ke Goldman Sachs, dari Astra ke Permata Bank. Karier bukan garis lurus. Karier adalah keberanian untuk belajar ulang.

2. Angka penting, manusia lebih penting. Laba Rp3,6 triliun itu hasil. Prosesnya adalah kepercayaan nasabah.

3. Kepemimpinan perempuan adalah kekuatan.Bukan karena perempuan lebih lembut. Tapi karena perempuan tahu bagaimana membangun ketahanan — di rumah, dan di bank.

Selamat datang, Ibu Meliza Musa Rusli. Indonesia butuh lebih banyak pemimpin seperti Anda: *yang mengerti teknologi, mengerti uang, tapi tidak pernah lupa pada manusia.


Dari Teknik Elektro UI summa cum laude, ke Goldman Sachs, kini jadi Dirut Permata Bank yang membukukan laba Rp3,6 Triliun di 2025.

Tapi baginya, bank bukan soal angka. Bank soal manusia.

Sebagai ibu, insinyur, dan praktisi perbankan 2 dekade, ia percaya: Inovasi finansial terbaik selalu bermuara pada manusia.

Setuju? Apa harapanmu untuk inklusi keuangan Indonesia? Tulis di komentar!

#MelizaMusaRusli #PermataBank #WartaGlobal #InklusiKeuangan #WomenInFinance
Headline Pendidikan
Memuat konten...