DEMO MAHASISWA  KEMENDIKTIKTEK, DESAK PROGRAM MBG DIHENTIKAN - Warta Global Indonesia

Mobile Menu

Top Ads

Dirgahayu RI
Memuat berita...

More News

logoblog

DEMO MAHASISWA  KEMENDIKTIKTEK, DESAK PROGRAM MBG DIHENTIKAN

Tuesday, May 5, 2026

JAKARTA Warta Global.id

Ratusan mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta dan sekitarnya menggelar aksi demonstrasi di depan gedung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktitek), Senin (4/5/2026). Massa yang tergabung dari Universitas Indonesia, Universitas Nasional, Universitas Pancasila, Aliansi Cipayung Plus, serta Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta ini bersatu padu menyuarakan penolakan keras terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
 
Dalam orasinya, para mahasiswa menyoroti polemik pengalokasian anggaran yang dinilai tidak tepat sasaran. Mereka menilai bahwa dana yang digunakan untuk program MBG justru diambil dari porsi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN yang seharusnya diperuntukkan secara khusus bagi kemajuan dunia pendidikan.
 
"Anggaran 20 persen yang sudah ditetapkan undang-undang untuk pendidikan dipakai untuk MBG yang arahnya belum jelas. Pendidikan itu tujuannya mengembangkan ilmu pengetahuan dan kemampuan generasi muda, bukan hanya sekadar pemenuhan kebutuhan makan sehari-hari," ujar Bili Kurnia, perwakilan mahasiswa Universitas Nasional.
 
Para pengunjuk rasa menilai adanya pengalihan fokus pembangunan nasional. Mereka khawatir program ini justru menggerus sumber daya yang seharusnya digunakan untuk memperbaiki fasilitas belajar, kualitas pengajaran, dan kesejahteraan tenaga pendidik.
 
Kekhawatiran ini juga dituangkan dalam berbagai spanduk dan poster yang dibawa massa, di antaranya bertuliskan "Bayar dapur mampu, bayar guru tidak mampu" serta "Pendidikan dirampas, MBG oke gas!". Kalimat-kalimat tersebut menjadi sindiran keras yang menyoroti adanya ketimpangan prioritas, di mana anggaran untuk fasilitas makan tersedia besar, namun kebutuhan fundamental sektor pendidikan lainnya terabaikan.
 
Selain soal anggaran, mahasiswa juga menyoroti kekhawatiran akan dampak jangka panjang program tersebut. Mereka menilai pergeseran fokus ini berpotensi mengubah tujuan utama pendidikan nasional, bahkan dikhawatirkan dapat dijadikan instrumen untuk mempengaruhi pola pikir masyarakat.
 
Meskipun diguyur rintik hujan, aksi berlangsung tertib dan kondusif. Para mahasiswa masih bertahan di lokasi hingga berita ini diturunkan, dengan harapan dapat diterima oleh pimpinan kementerian untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan mereka secara langsung.(Redaksi)