Program Sanimas APBN Aspirasi DPR RI di Sukaringin Sukawangi Kualitas Bangunan Dipertanyakan Warga? - Warta Global Indonesia

Mobile Menu

IKLAN GAMBAR

ADS

Memuat berita...

More News

logoblog

Program Sanimas APBN Aspirasi DPR RI di Sukaringin Sukawangi Kualitas Bangunan Dipertanyakan Warga?

Tuesday, November 3, 2026

SUKAWANGI, WartaGlobal.id - Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) yang merupakan program infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersumber dari APBN, yang direalisasikan di Desa Sukaringin, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, menjadi sorotan.


Program yang diketahui merupakan penyaluran program aspirasi anggota DPR RI, Syaiful Huda tersebut, dilaksanakan secara swakelola oleh Kelompok Masyarakat (Pokmas) Jalak Sangkuriang Sukaringin.

Berdasarkan dokumentasi foto lapangan yang diterima redaksi, kondisi bangunan Sanimas tersebut diduga kuat tidak sesuai spesifikasi teknis (Spek) dan RAB.

Dugaan di Lapangan:

Finishing Kasar dan Tidak Rapi: Plesteran dinding luar masih bergelombang, acian lantai tidak rata, dan pengecatan terkesan asal-asalan. Pada foto 1 terlihat jelas plakat Sanimas TA 2024 terpasang di bangunan yang dindingnya masih belum sempurna.

Lantai dan Saluran Tidak Sesuai Standar: Pada foto 2, terlihat cor lantai di sekitar bak kontrol dan tutup IPAL / Biofilter retak, tidak rata, dan tanah di sekitar bangunan tidak dilakukan pengurugan dan pemadatan. Saluran pembuangan terlihat terbuka dan tidak diplester dengan baik.


Diduga Tidak Ada Perapian Lingkungan: Tanah di sekitar bangunan MCK masih tanah asli, pecah-pecah, dan becek, tidak ada perkerasan atau penataan lingkungan sebagaimana standar Sanimas yang harus layak fungsi dan higienis.

Padahal, standar Sanimas Kementerian PU harus meliputi: Bangunan MCK komunal, 1 unit IPAL Biofilter / Septic Tank komunal kedap, bak kontrol, perpipaan, dan harus kedap air dan layak pakai.

"Ini saya duga program pusat, anggaran APBN ratusan juta. Harusnya kualitasnya bagus, bukan begini. Kalau begini sebulan juga sudah rusak. Kami menduga ada pengurangan spek material," ujar warga Sukaringin yang enggan disebutkan namanya.

Untuk diketahui, 1 paket Sanimas Reguler APBN tahun 2024 bernilai Rp 400 Juta - Rp 500 Juta. Kurang lebih ada 27 unit di desa sukaringin, Dengan nilai sebesar itu, kualitas bangunan seharusnya tidak seperti yang terlihat di foto.

Aduan Masyarakat Peduli Bekasi Utara mendesak:

Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Barat - Kementerian PU selaku pemilik program untuk turun audit dan sidak ke lokasi Pokmas Jalak Sangkuriang Sukaringin.
Fasilitator Kabupaten Bekasi membuka RAB dan Laporan Pertanggungjawaban Pokmas.
Anggota DPR RI Syaiful Huda selaku pemberi aspirasi untuk mengevaluasi Pokmas pelaksana, agar program aspirasi tidak mencoreng nama baik.

"Kami tidak menolak program baik. Tapi kalau pelaksanaannya diduga tidak sesuai spek, yang rugi warga Sukaringin. MCK ini untuk sanitasi warga, kalau bocor dan retak, jadi sumber penyakit," tegas perwakilan warga.

Hingga berita ini dirilis, Ketua Pokmas Jalak Sangkuriang Sukaringin belum berhasil dikonfirmasi

(AN) 
aspirasi DPR ri Headline kementerian pu Pemerintahan sanimas sorotan Sosial
Memuat konten...