
Poto Istimewa
Jakarta – WartaGlobal.id
Sekolah semestinya menjadi tempat paling aman bagi anak-anak untuk menimba ilmu. Namun, fakta yang kini terungkap justru mengundang pertanyaan besar sekaligus mengguncang rasa aman masyarakat.
Di sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, ditemukan sekitar 995 pucuk senjata api, amunisi, magazine berbagai jenis, perlengkapan senjata, barang yang diduga narkotika, hingga keberadaan bunker yang kini menjadi fokus penyelidikan aparat.
Temuan mengejutkan itu bermula ketika pihak yayasan membuka ruangan yang selama bertahun-tahun disebut milik mantan Ketua Yayasan berinisial IWD. Ruangan tersebut sebelumnya terkunci dan akan dimanfaatkan kembali untuk kepentingan sekolah.
Menurut kuasa hukum pihak sekolah, Hermawanto, saat ruangan dibuka pada 10–11 Juli, ditemukan ratusan senjata api beserta amunisi dan berbagai aksesori senjata. Penggeledahan lanjutan disebut kembali menemukan magazine untuk pistol Glock, Walther, senapan serbu M4, alat pembuat peluru, serta barang yang diduga sabu, ganja, dan puluhan CD bermuatan pornografi.

Poto Kuasa Hukum Sekolah
Yang membuat publik semakin tercengang adalah dugaan adanya bunker di lingkungan sekolah. Bila dugaan tersebut terbukti, maka perkara ini berpotensi berkembang jauh melampaui sekadar kepemilikan senjata.
Pertanyaan yang kini bergema bukan lagi sekadar apa yang ditemukan, melainkan bagaimana semua itu bisa berada di lingkungan sekolah selama ini?
Siapa pemilik sebenarnya? Apakah seluruh senjata memiliki izin resmi? Mengapa baru terungkap setelah ruangan dibuka? Adakah pihak lain yang mengetahui atau terlibat?
Kasus ini menjadi ujian bagi aparat penegak hukum. Publik menanti pengusutan yang tuntas, transparan, dan bebas dari intervensi. Tidak boleh ada pihak yang kebal hukum apabila terbukti terlibat.
Lingkungan pendidikan adalah ruang yang harus steril dari senjata, narkotika, dan segala bentuk aktivitas yang mengancam keselamatan peserta didik. Karena itu, pengungkapan kasus ini bukan hanya soal barang bukti, tetapi juga menyangkut perlindungan anak, keamanan sekolah, dan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum.
WartaGlobal menegaskan bahwa seluruh barang yang ditemukan saat ini masih dalam proses penyelidikan aparat. Status kepemilikan, legalitas senjata, dugaan narkotika, serta dugaan bunker masih menunggu hasil penyidikan dan keterangan resmi dari kepolisian. Namun satu hal yang pasti, masyarakat berhak memperoleh jawaban yang terang: bagaimana hampir seribu senjata api dapat berada di lingkungan sebuah sekolah tanpa terungkap selama bertahun-tahun?.*Netti

.jpg)